SAMPANG, RadarMadura.id – Bupati Sampang Slamet Junaidi menghadiri kegiatan Puncak Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sampang dan Hari Guru Nasional (HGN) Ke-80 Minggu (23/11). Bupati mendorong guru terus aktif didik generasi bangsa menjadi generasi emas.
Slamet Junaidi mengatakan, pihaknya mengapresiasi semua insan pendidikan di Kota Bahari. Baginya, semua insan pendidikan sudah mendedikasikan dirinya dalam dunia pendidikan untuk generasi muda di Kota Bahari.
”Kami mengapresiasi penuh, insan pendidikan di Sampang telah mendedikasikan hidupnya untuk mencerdaskan generasi bangsa,” ucapnya.
Menurutnya, kegiatan tersebut bertema Guru Bermutu, Indonesia Maju, Bersama PGRI Wujudkan Indonesia Emas. Tema tersebut dinilai sangat relevan dengan tantangan pendidikan di era percepatan teknologi dan kecerdasan buatan (AI).
”80 tahun perjalanan PGRI bukan waktu yang sebentar. Tentunya banyak keringat tentang pengabdian, perjuangan, dan cinta yang tulus dari para guru yang sudah disumbangsihkan untuk bangsa,” terangnya.
Orang nomor satu di Kota Bahari itu menyatakan, peran guru untuk generasi muda yakni untuk mendidik. Tujuannya, agar generasi muda bangsa bisa berilmu pengetahuan dan berwawasan.
”Mereka (guru) membentuk karakter, akhlak, dan budi pekerti generasi masa depan yang luar biasa,” bebernya.
Pria yang karib disapa Aba Idi itu mengatakan, perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI) sedang marak dan bisa memudahkan masyarakat saat beraktivitas. Namun, ketulusan seorang pendidik (guru) tidak tergantikan oleh kecerdasan buatan (AI).
”Di tengah kemajuan teknologi, ada satu hal yang tidak tergantikan, yakni seorang guru yang mengajar dengan hati. AI bisa membantu proses belajar, tetapi tidak bisa menggantikan empati dan inspirasi dari seorang guru,” tegasnya.
Ditambahkan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang berkomitmen untuk terus meningkatkan mutu pendidikan di Kota Bahari. Di antaranya, melalui penguatan kompetensi guru, penyediaan sarana dan prasarana (sarpras) yang lebih baik dengan cara terus bersinergi dengan PGRI.
”Kami ingin memastikan setiap anak di Sampang mendapatkan pendidikan yang berkualitas dari guru-guru yang profesional dan berdedikasi. Keberhasilan pendidikan adalah keberhasilan perjuangan dari semua guru,” tegasnya.
Dia berharap, seluruh elemen tenaga pendidikan terus solid. Tujuannya, demi mewujudkan sumber daya manusia (SDM) guru di Sampang yang hebat menuju Indonesia Emas 2045.
”Kami yaki jika guru-guru bermutu dan PGRI yang solid, cita-cita besar itu bukan sekadar mimpi, tetapi bisa menjadi nyata jika diperjuangkan bersama,” pungkasnya. (bai/yan)
Editor : Hera Marylia Damayanti