Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Disnaker Sampang: Pelatihan Bahasa untuk Calon Pekerja Migran Indonesia Telan Anggaran Ratusan Juta

Hera Marylia Damayanti • Kamis, 13 November 2025 | 21:07 WIB
PELATIHAN: Peserta CPMI saat mengikuti pelatihan bahasa di BLK Rabu (12/11). (AYU LATIFAH/JPRM)
PELATIHAN: Peserta CPMI saat mengikuti pelatihan bahasa di BLK Rabu (12/11). (AYU LATIFAH/JPRM)

SAMPANG, RadarMadura.id – Tahun ini, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Sampang kecipratan anggaran miliaran untuk kegiatan pelatihan bahasa berbasis kompetensi. Di antaranya pelatihan bahasa untuk calon pekerja migran Indonesia (CPMI) itu terbatas. Anggaran yang disediakan hampir Rp 200 juta.

Kepala Disnaker Sampang Yudhi Adidarta Karma menyampaikan, ada 21 paket pelatihan kerja berbasis kompetensi yang dilaksanakan tahun ini. Di antaranya pelatihan menjahit, membuat kue, servis HP, las, otomotif, serta pelatihan bahasa.

”Pelatihan bahasa ini kali pertama kami gelar atas permintaan masyarakat. Setelah kami koordinasi dengan pemerintah provinsi, ternyata disetujui,” katanya Rabu (12/11).

Pelatihan bahasa Inggris itu diikuti CPMI yang membutuhkan sertifikasi keterampilan berbahasa. Sebab, jika melaksanakan secara mandiri, biaya yang dibutuhkan sekitar Rp 4 juta. ”Saat kami sosialisasi ke desa, banyak masyarakat meminta pelatihan ini secara gratis,”  tuturnya.

Yudha menjelaskan, paket pelatihan tersebut dibiayai dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT). Total anggarannya Rp 2,1 miliar. Namun, pemkab hanya memfasilitasi satu paket pelatihan karena kebutuhan anggarannya satu pelatihan hampir Rp200 juta.

Menurutnya, jumlah CPMI yang mendaftar ikut pelatihan bahasa sekitar 30 orang. Namun yang bisa ikut 16 CPMI untuk satu kelas. ”Sebenarnya peminatnya banyak. Tapi, anggaran yang tersedia cuma satu paket pelatihan,” jelasnya.

Dia menambahkan, tahun depan paket pelatihan itu terancam tidak dilanjutkan. Alasannya, anggarannya terdampak efisiensi. ”Pelatihan tetap digelar, tapi berkurang dan tidak ada paket bahasa,” imbuhnya.

Asisten Instruktur Kelas Bahasa Abdul Woni menyampaikan, pihaknya memberikan materi pelatihan bahasa Inggris dasar kepada peserta. Kemudian, dilanjutkan dengan keterampilan bahasa sesuai profesi calon pekerja.

”Di sini, mereka ada yang akan ke Turki dan Makkah. Yang kami latih dari dasar vocabulary dan juga praktik,” tukasnya. (ay/bil)

Editor : Hera Marylia Damayanti
#anggaran #sertifikasi #disnaker #Pelatihan Bahasa #pelatihan kerja #gratis #cpmi #pekerja migran indonesia