Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Tiga Pemotor Tewas di Tempat, Diduga Korban Tabrak Lari

Hera Marylia Damayanti • Kamis, 13 November 2025 | 19:28 WIB
TEWAS: Korban kecelakaan saat menjalani perawatan medis di Puskesmas Omben, Selasa (11/11) malam. (HUMAS POLRES UNTUK JPRM)
TEWAS: Korban kecelakaan saat menjalani perawatan medis di Puskesmas Omben, Selasa (11/11) malam. (HUMAS POLRES UNTUK JPRM)

SAMPANG, RadarMadura.id – Suasana Desa Angsokah, Kecamatan Omben, Sampang, pada Selasa (11/11) sekitar pukul 22.44 geger. Pasalnya, tiga pengendara sepeda motor Honda Beat nomor polisi (nopol) M 6612 GH tergeletak. Mereka diduga menjadi korban tabrak lari.

Kasatlantas Polres Sampang AKP Sigit Ekan Sahudi membenarkan insiden tersebut. Kejadiannya pada Selasa (11/11) malam sekitar pukul 22.44 dan tempat kejadian perkara (TKP) di jalan raya Desa Angsokah, Kecamatan Omben.

”Iya benar, kejadian yang diduga tabrak lari dengan tipe tabrakan adu depan,” katanya.

Menurutnya, kendaraan yang terlibat yakni sepeda motor Honda Beat nopol M 6612 GH kontra fuso. Sepeda motor itu dikendarai tiga orang. Yakni, penumpang bernama Yasin Nawawi, 61, warga Desa Paseyan, Kecamatan Kota Sampang.

Sementara yang membonceng adalah Rofiih, 35, warga Kelurahan Bulak Banteng, Kecamatan Kenjeran, Kota Surabaya, serta Udi, 40, warga Desa Tambak, Kecamatan Omben. ”Identitas fuso belum diketahui,” ujarnya.

Sebelum kejadian, sepeda motor yang dikendarai Yasin Nawawi membonceng Rofiih dan Udi melaju dari arah selatan ke arah utara. Setiba di TKP, dari arah berlawanan muncul fuso nopol XXX yang dikemudikan Mr X.

”Truk tersebut diduga oleng ke kanan jalan dengan kecepatan tinggi,” ujarnya.

Karena jarak fuso dengan sepeda motor terlalu dekat, kecelakaan pun tak terhindarkan. Akibatnya, Yasin Nawawi mengalami luka berat dan meninggal di TKP. Rofiih juga mengalami luka berat dan meninggal.

”Sementara satu pembonceng lainnya atas nama Udi mengalami luka berat dan dirawat di Puskesmas Omben,” bebernya.

Pama dengan tiga balok emas di pundaknya itu menyatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap kasus tersebut. ”Kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut dan melakukan pengejaran terhadap sopir fuso,” bebernya.

Sigit mengimbau kepada seluruh pengguna jalan, baik masyarakat di wilayah Kabupaten Sampang atau yang melintasi wilayah Sampang agar lebih berhati-hati. Pengguna jalan hendaknya mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan petunjuk petugas di lapangan.

”Jangan lupa istirahat pada tempat-tempat yang aman apabila kecapekan, lelah atau mengantuk,” bebernya.

Kepala Puskesmas Omben Yuanita Purnamawati membenarkan, tiga korban dibawa ke puskesmas sekitar pukul 23.25. Dua orang meninggal saat tiba di Puskesmas Omben.

”Korban meninggal mengalami patah tulang, perdarahan aktif, dan terdapat beberapa luka robek terbuka di area kaki dan kepala,” ujarnya.

Sementara untuk pembonceng lainnya, Udi, mengalami luka robek pada kepala bagian belakang. Korban tersebut sempat mendapatkan perawatan di Puskesmas Omben, tapi nyawanya tidak tertolong. ”Udi meninggal sekitar pukul 01.05 di UGD,” tandasnya. (bai/yan)

Editor : Hera Marylia Damayanti
#sepeda motor #Oleng #korban tabrak lari #meninggal #honda beat #tabrakan #fuso #Puskesmas Omben