SAMPANG, RadarMadura.id – Sejumlah desa di Kabupaten Sampang terdampak banjir Kamis (6/11). Genangan air paling tinggi terjadi di Desa Prajjan, Kecamatan Camplong. Ketinggian air mencapai 1,5 meter hingga 2 meter.
Pantauan Jawa Pos Radar Madura (JPRM), air meluap dari sungai di Desa Prajjan. Pada pukul 08.58, ketinggian air akibat luapan sungai mencapai paha orang dewasa. Beberapa pengendara yang mencoba menerobos banjir sepeda motornya mogok. Sebab, ketinggian air hampir mencapai sadel motor PCX.
Moh. Atik, warga Desa Prajjan mengatakan, banjir di sungai Desa Prajjan meluap mulai Rabu (5/11) sekitar pukul 22.30. Air terus meluap dan masuk ke lingkungan pesantren dan rumah warga. Debit air semakin tinggi hingga Kamis (6/11) pukul 03.00 dini hari.
”Ketinggian air dari jalan raya sampai rumah warga kurang lebih dua meter,” ujarnya.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sampang Fajar Arif Taufikurrahman mengatakan, sejak Rabu (5/11) hingga Kamis (6/11), terdapat beberapa lokasi terdampak banjir. Lokasi yang terdampak banjir pada Rabu (5/11) malam yakni di Desa Prajjan, Kecamatan Camplong.
”Ketinggian air di Desa Prajjan, Kecamatan Camplong, mencapai 1 meter–1,5 meter,” katanya.
Dia mengungkapkan, air yang mengalir ke Desa Taddan merupakan kiriman dari Kecamatan Omben. Hujan deras mengguyur wilayah Kecamatan Omben sampai Rabu (5/11). Hujan mulai reda pada pukul 20.00. ”Daerah paling terdampak di Desa Prajjan, yakni di kawasan Ponpes Nata Prajjan,” ungkapnya.
Pada Kamis (6/11), di beberapa lokasi lainnya juga terdampak banjir. Di antaranya, Kecamatan Sampang yang terdampak banjir yakni Desa Banyumas, Kamuning, Tanggumong, Panggung, dan Pangelen. Air masuk ke rumah warga dengan ketinggian mencapai 10 sampai 20 sentimeter.
”Air di Sungai Panyiburan, Kecamatan Jrengik, juga meluap. Sehingga, banjir masuk ke rumah warga,” ujarnya.
Arif mengaku masih melakukan pendataan jumlah rumah yang terdampak banjir. Pihaknya mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, utamanya di daerah yang rawan banjir.
”Jika memang ada barang-barang berharga atau barang penting, segera diamankan,” tandasnya. (bai/bil)
Editor : Hera Marylia Damayanti