SAMPANG, RadarMadura.id – Wakil Ketua (Waka) Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Sampang Ny. Sariroh Mahfudz mengajak masyarakat agar melakukan skrining DNA HPV sejak dini. Langkah itu dilakukan guna mencegah angka kematian akibat kanker serviks dan payudara.
Hal itu disampaikan saat menghadiri sosialisasi kanker leher rahim dengan metode DNA HPV dan IVA co-testing serta skrining kanker payudara, kemarin. Dia hadir dalam acara tersebut mewakili Ketua TP PKK Sampang Selviana Slamet Junaidi.
Kegiatan yang digelar di Hotel Bahagia, Sampang ini dihadiri sejumlah organisasi perempuan. Di antaranya, Dharma Wanita Persatuan (DWP), Persit, Bhayangkari, Adyaksa Dharmakarini serta organisasi perempuan lainnya.
Perempuan yang akrab disapa Sari itu mengatakan, sanker serviks terjadi ketika sel-sel abnormal tumbuh di leher rahim sehingga membentuk tumor ganas. Penyebab utamanya karena infeksi virus HPV.
Data Kemenkes RI menunjukkan jika kanker serviks dan payudara merupakan salah satu penyebab kematian terbesar pada wanita.
Meski begitu, kematian akibat penyakit tersebut bisa dicegah sedini mungkin. ”Caranya dengan melakukan vaksinasi atau skrining dan ditindaklanjuti dengan penanganan sedini mungkin,” ujarnya.
Dia menjelaskan, pemeriksaan skrining kanker serviks bisa dilakukan dengan melakukan pap smear, pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA). Bisa juga dengan metode deteksi DNA Human Papiloma Virus (HPV).
Sementara itu, pemeriksaan skrining kanker payudara bisa dilakukan dengan pemeriksaan periksa payudara oleh tenaga medis (Sadanis) dan periksa payudara sendiri (Sadari).
Karena itu, Sari mengajak perempuan usia 30 hingga 69 tahun untuk segera melakukan skrining di puskesmas terdekat. Dia menegaskan, skrining DNA HPV dilakukan dokter dan bidan yang sudah dilatih oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur.
”Jangan khawatir skrining ini dilakukan tenaga medis yang sudah terlatih,” tegasnya. (bil)
Editor : Anis Billah