SAMPANG, RadarMadura.id – Kerusakan jalan ruas Tanggumong–Pangongsean mendapat perhatian dari Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Sampang. Sebab, jalan tersebut merupakan kawasan pertanian.
Setiap hari dilalui angkutan yang membawa hasil pertanian, seperti komoditas padi, tembakau, dan palawija untuk dipasarkan ke pusat ekonomi di kecamatan Sampang.
Kepala DPUPR Sampang Ir RP Muhammad Zis, MT mengatakan, jalan tersebut menghubungkan jalan provinsi dari Kecamatan Sampang ke Ketapang. Ruas ini juga melewati kawasan pertanian di Desa Pangongsean.
Transportasi masyarakat terganggu saat melewati jalan tersebut karena kondisi permukaan jalan bergelombang, banyak lubang, dan becek pada musim hujan.
”Di sepanjang sisi kiri kanan jalan ini berupa area persawahan dan tegal. Makanya, kami perbaiki karena jalan ini setiap hari dilalui angkutan yang membawa hasil pertanian untuk dijual ke pasar,” katanya.
Semula lebar jalan tersebut hanya 3 hingga 3,5 meter dengan sisi samping terhubung langsung dengan persawahan. Kondisi ini tidak memungkinkan dua kendaraan berpapasan.
Karena itu, pihaknya melakukan rekonstruksi dengan memperlebar badan jalan menjadi 4,25 meter dengan panjang 134 meter.
”Untuk memperkuat badan jalan, kami membangun dinding penahan tanah dengan ketinggian 70 sentimeter sepanjang 153 meter sebagai penguat lereng,” terang Zis.
Zis mengungkapkan, pihaknya meningkatkan ruas jalan sepanjang 2,65 kilometer ke konstruksi beton. Sebelumnya jalan tersebut berupa jenis perkerasan hotmix dan lapen/makadam.
Konstruksi jalan dibangun menggunakan beton ready mix untuk memastikan jalan tahan lama dan bisa dilewati kendaraan berat.
”Itu kami lakukan untuk mendukung kegiatan ekonomi masyarakat setempat,” ungkapnya.
Paket dengan nilai Rp 388.760.000 ini dikerjakan CV Sejahtera Lancar Mandiri. Proyek ini ditargetkan selesai 60 hari kalender. Yakni, terhitung sejak 6 Oktober 2025 sampai 4 Desember 2025. Zis mengutarakan, kontraktor pelaksana berhasil menyelesaikan pekerjaan dalam sepekan, tepatnya pada 12 Oktober.
”Pekerjaan diselesaikan dengan cepat karena faktor jarak antara lokasi pekerjaan ke batching plant cukup dekat, sehingga memungkinkan durasi pengiriman yang efisien,” tukasnya. (bil)
Editor : Hera Marylia Damayanti