SAMPANG, RadarMadura.id – Aktivitas masyarakat Desa Karang Penang Oloh dan Desa Poreh, Kecamatan Karang Penang, Sampang, terganggu. Penyebabnya, jembatan penghubung di dua desa itu ambruk, Kamis (30/10). Sebab, jembatan tersebut ambruk.
Camat Karang Penang Yasid Bustomi mengaku telah melaporkan peristiwa itu ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sampang. Sehingga, langsung dilakukan monitoring ke lokasi.
”Tindak lanjutnya bergantung dari BPBD dan Pemkab Sampang,” ujarnya Jumat (31/10).
Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Sampang Mohammad Hozin menyatakan, jembatan yang ambruk sudah pernah disurvei lembaganya. Kemudian, diajukan ke Pemerintah Provinsi (Pemrov) Jawa Timur (Jatim) untuk segera diperbaiki.
”Tapi gagal, karena tidak ada anggarannya,” ungkapnya.
Ambruknya jembatan penghubung antardesa tersebut disebabkan longsor. Itu terjadi karena curah hujan di wilayah Kecamatan Karang Penang cukup tinggi Kamis (30/10). Debit air di aliran sungai juga sangat deras.
Jembatan yang rusak tersebut tidak bisa digunakan total. Oleh sebab itu, pemerintah akan melakukan langkah-langkah agar jembatan tersebut segera diperbaiki.
”Baik diusulkan ke Pemprov Jatim maupun Pemkab Sampang. Itu harus menjadi prioritas,” tandasnya. (bai/jup)
Editor : Hera Marylia Damayanti