Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Korban Pertanyakan Kinerja Polisi, Pelaku Penganiayaan Masih Berkeliaran

Hera Marylia Damayanti • Rabu, 29 Oktober 2025 | 14:18 WIB
TKP: Warga terlihat hendak mengisi BBM di SPBU 54.692.06 di Desa Tambaan, Kecamatan Camplong, Sampang, Selasa (28/10). (UBAIDILLAHIR RAIE/JPRM)
TKP: Warga terlihat hendak mengisi BBM di SPBU 54.692.06 di Desa Tambaan, Kecamatan Camplong, Sampang, Selasa (28/10). (UBAIDILLAHIR RAIE/JPRM)

SAMPANG, RadarMadura.id – Penyelidikan kasus dugaan pembacokan dan penembakan terhadap petugas SPBU 54.692.06 Desa Tambaan, Kecamatan Camplong, Sampang, Hairuddin, 29, lamban. Buktinya, hingga tujuh hari, tiga orang yang diduga sebagai pelaku tak satu pun bisa dijebloskan ke penjara.

Setelah mendapat perawatan medis, korban Hairuddin buka suara. Dia mengatakan, salah satu terduga pelaku pembacokan merupakan tokoh di Kabupaten Sampang. ”Pelakunya atas nama Mad Jari dan kawan-kawan,” katanya kepada Jawa Pos Radar Madura Selasa (28/10).

Hairuddin menilai aksi Mad Jari dkk menggunakan senjata tajam (sajam) bukan sekadar penganiayaan. Namun, dia menduga ketiganya hendak membunuhnya. ”Mereka ingin membunuh saya,” ujarnya.

Selain menggunakan sajam, salah satu dari mereka menggunakan senjata api (senpi) yang sempat ditembakkan ke arahnya. Senpi yang ditembakkan itu tidak dipegang oleh Mad Jari, melainkan dipegang oleh temannya. ”Senpinya dipegang pelaku yang lain yang memakai peci warna hitam, bukan Mad Jari,” ujarnya.

Senpi itu ditembakkan sebanyak dua kali. Tembakan pertama diarahkan ke area betis. Kemudian, tembakan kedua ke area dada. ”Tapi alhamdulillah, saya tidak terkena tembakan. Mungkin karena bantuan Allah SWT,” katanya.

Hairuddin mengatakan, setelah beberapa hari dirawat, kondisinya mulai membaik. Dirinya sudah mulai bisa beraktivitas kembali. Dokter meminta agar saya banyak bergerak biar tubuhnya tidak kaku.

Saat kejadian, dia sudah pasrah antara hidup dan mati. Tapi, dia bersyukur masih bisa selamat. ”Pembacokan yang dilakukan pelaku pada saya memang parah. Tapi alhamdullillah, tidak sampai mengenai organ vital. Saya sempat kritis,” ujarnya.

Hairuddin mengatakan, pihak kepolisian sudah sempat datang ke rumahnya. Yakni, meminta pihaknya untuk mendoakan agar pelaku segera ditangkap. Keluarganya berharap agar kasus ini ditangani secara adil.

”Kami pasrahkan semua pengungkapannya pada polisi. Total pelaku ada tiga orang. Ditambah satu istri dan sopir pelaku (Mad Jari) yang ada di mobil sesuai yang saya lihat, didukung rekaman CCTV,” bebernya.

Pihaknya berharap polisi tidak setengah hati dalam mengusut dugaan pembacokan dan penembakan tersebut. Dia meminta polisi bergerak cepat agar pelaku bisa diproses sesuai hukum yang berlaku di negeri ini.

”Suami pukul istri saja bisa dipidana. Apalagi kasus seperti ini, orang sengaja membacok dan menembak saya. Masak hukum tidak mau ditegakkan,” tegasnya.

Plh Kasihumas Polres Sampang AKP Eko Puji Waluyo mengatakan, sampai saat ini belum ada informasi penangkapan pelaku dari satreskrim. Institusinya sudah menaikkan status perkaranya menjadi penyidikan dan sudah menetapkan tersangka.

”Sudah kami tetapkan tersangka. Tapi, jumlah tersangka yang ditetapkan, mohon maaf kami belum bisa berkomentar. Karena itu untuk memudahkan penangkapan,” tandasnya. (bai/han)

Editor : Hera Marylia Damayanti
#tembakan #polres sampang #Tokoh #kabupaten sampang #penembakan #pelaku pembacokan #sajam #petugas SPBU