SAMPANG, RadarMadura.id –Santri asal Sampang yang teridentifikasi meninggal dunia akibat musala ambruk di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, bertambah. Yakni Ubay Dinhai Azkal Askia, 15, asal Dusun Batuporo, Desa Batuporo Timur, Kedungdung. Meski begitu, tersisa lima santri yang belum teridentifikasi.
Kalaksa BPBD Sampang Fajar Arif Taufikurrahman melalui Kasi Kedaruratan dan Logistik Mohammad Hozin mengatakan, pihaknya menerima informasi dari BPBD Provinsi Jatim terkait hasil identifikasi korban reruntuhan musala pesantren. Satu korban teridentifikasi warga Kota Bahari.
”Kami mendapatkan informasi dari BPBD Provinsi Jatim pukul 03.00. Kami langsung bergerak untuk membantu mengantar ke rumah duka,” katanya.
Dia mengungkapkan, jumlah santri asal Sampang yang meninggal mencapai delapan mayat. Dari sebanyak 67 kantong jenazah, 58 di antaranya sudah berhasil diidentifikasi.
”Satu jenazah santri asal Sampang berhasil diidentifikasi hari ini (15/10),” ungkapnya.
Meski begitu, tersisa lima kanton jenazah yang belum berhasil teridentifikasi. Pihaknya masih menunggu informasi lebih lanjut dari BPBD Provinsi terkait hasil akhir identifikasi terhadap jenazah tersebut.
”Kami belum menerima informasi resmi dari BPBD Jatim apakah masih ada santri asal Sampang yang menjadi korban. Kami masih menunggu informasi dari BPBD Provinsi,” tandasnya. (bai/bil)
Editor : Hera Marylia Damayanti