SAMPANG, RadarMadura.id– Program Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes KB) Sampang mayoritas sudah dilaksanakan.
Namun, serapan belanja tak sesuai target. Hal ini terungkap saat komisi VI melakukan rapat dengar pendapat dengan dinkes KB, Senin (13/10) sore.
Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Madura (JPRM), pagu anggaran belanja yang dikelola Dinkes KB Sampang tahun ini sebesar Rp 222 miliar.
Mestinya, anggaran yang terserap hingga September mencapai 70 hingga 80 persen. Namun, dinkes KB gagal mencapai target tersebut.
Ketua Komisi IV DPRD Sampang Ahmad Mahfudz menilai, serapan anggaran Dinkes KB Sampang ada peningkatan.
Hal ini sejalan dengan program yang direalisasikan setiap bulan.
Hingga akhir September, capaian serapan anggaran 64,69 persen.
Menurutnya, capaian tersebut masih di bawah target yang harus dipenuhi dinas.
Serapan anggaran ada peningkatan, tapi ada beberapa program yang serapannya rendah. Bahkan, ada yang nol persen, ujarnya.
Mahfud mengutarakan, jika melihat tahun anggaran berjalan, mestinya anggaran yang berhasil diserap berkisar 70 hingga 80 persen.
Namun, kinerja dinkes KB belum memuaskan karena target belum tercapai.
Dia menjelaskan, program yang akan direalisasikan sudah ditentukan setiap bulannya.
Artinya, jika target serapan anggaran belum tercapai, terdapat sejumlah program yang belum dilaksanakan.
Karena itu, dia meminta pejabat dinkes KB untuk meningkatkan kinerja selama tiga bulan ke depan.
Ada banyak alasan yang disampaikan dinas. Tapi, kami sudah tekankan agar program yang sudah direncanakan harus dilaksanakan sesuai jadwal, pintanya.
Pernyataan Plt Kepala Dinkes KB Sampang Dwi Herlinda Lusi Harini berbeda dengan komisi IV terkait serapan anggaran.
Lusi menyebut, anggaran yang sudah terserap sekitar 70 persen. Meski begitu, dia mengakui jika serapan tersebut tidak mencapai target.
Serapan anggaran sampai 30 September seharusnya 75 persen, tapi masih terealisasi 70 persen, tuturnya.
Dia mengungkapkan sejumlah alasan yang menyebabkan serapan tidak mencapai target.
Di antaranya, kegiatan banyak yang akan dilaksanakan Oktober dan November.
Termasuk pencairan kegiatan fisik akan dibayar pada Desember mendatang.
”Dana saldo BOK dari pusat baru masuk 8 Oktober. Jadi, ini juga yang memengaruhi terhadap serapan anggaran, ungkapnya.
Pihaknya akan berupaya untuk mempercepat program yang belum terealisasi.
Dia mengaku sudah menyusun jadwal program yang akan dilaksanakan tiga bulan ke depan.
Program yang belum terealisasi sudah diketahui. Nanti tinggal dilaksanakan, tukasnya. (bil/han)
Editor : Amin Basiri