SAMPANG, RadarMadura.id – Dana bantuan program Jawa Timur Pemberdayaan Usaha Perempuan (Jatim Puspa) untuk Kabupaten Sampang belum cair. Kendalanya, verifikasi penerima di Desa Madupat belum rampung.
Ada lima desa yang mendapat bantuan tersebut. Empat desa berada di Kecamatan Camplong. Yakni Desa Banjar Talela Rp 170.000.00, Desa Madupat Rp 164.750.000, Desa Rabasan Rp 146.375.000 dan Desa Sejati Rp 96.620.00. Lalu, Desa Rahayu, Kecamatan Kedungdung, pagu anggarannya Rp 115.000.000.
Kabid Pemberdayaan Kelembagaan Masyarakat (PKM) DPMD Sampang Abd. Hadi Purnomo mengatakan, anggaran program Jatim Puspa belum dicairkan oleh Pemprov Jatim. Sebab, desa belum menyelesaikan verifikasi data penerima.
Dia mengungkapkan, verifikasi data penerima di Desa Madupat, Kecamatan Camplong, belum tuntas. Menurutnya, terdapat permasalahan pada ketua tim verifikasi.
”Di Desa Madupat ketua tim verifikasinya ada masalah dan tidak mau turun lagi melakukan proses verifikasi. Padahal datanya ada pada tim verifikasi itu,” ungkapnya.
Proses verifikasi tersebut berdampak pada pencairan bantuan program Jatim Puspa. Sebab, pencairannya nunggu proses verifikasi penerima rampung semua. Hadi mengaku sudah melakukan monitoring ke Desa Madupat.
”Pihak desa berjanji segera menyelesaikan proses verifikasi. Kami pastikan tidak akan lompat tahun penyalurannya,” tegasnya.
Pj Kades Madupat Sony mengakui jika verifikasi keluarga penerima nanfaat (KPM) program Jatim Puspa belum rampung. Faktornya terdapat pergantian ketua tim verifikasi.
”Ketua tim verifikasinya sakit sehingga diganti,” ucapnya.
Sony mengaku tidak tahu sudah berapa persen data yang dilakukan verifikasi. Dia berjanji bakal segera menyelesaikan proses verifikasi tersebut. ”Senin (6/10) kami mau ngumpul di balai. Secepatnya mau diselesaikan,” tandasnya. (bai/bil)
Editor : Hera Marylia Damayanti