SAMPANG, RadarMadura.id – Pendapatan PT Sampang Sarana Shorebase (PT SSS) terancam berkurang. Salah satu pemicunya, anak perusahaan PT Geliat Sampang Mandiri (GSM) tersebut masih kategori korporasi kecil.
Direktur Operasional PT GSM Abd. Muhlis mengutarakan, penghasilan perusahaannya bersumber dari deviden yang disetor PT SSS. Sebab, PT GSM tidak memiliki bisnis. Maka dari itu, bergantung pada anak perusahaannya.
PT SSS termasuk anak perusahaan yang produktif. Tetapi, pendapatannya terancam berkurang karena beberapa kegiatan bisnis yang tidak bisa digarap PT SSS belum masuk kategori perusahaan besar.
Sementara sebagai holding, PT GSM tidak dapat mendorong PT SSS untuk bertrasformasi menjadi persahaan besar. Sebab, untuk tidak diketegorikan sebagai perusahaan kecil, maka modal usaha yang harus dimiliki harus lebih Rp 5 miliar.
Sedangkan PT GSM sendiri tidak dapat melakukan penyertaan modal pada anak perusahaannya. ”Harapan kami, modal untuk PT GSM yang belum terpenuhi oleh pemerintah bisa segera dipenuhi. Namun, ini sesuai dengan kemampuan anggaran daerah,” jelasnya.
Sekkab Sampang Yuliadi Setiyawan menyatakan, kabar tentang PT SSS yang masih masuk kategroi kecil telah diketahui pemerintah. Meski begitu, pemerintah tidak bisa serta-merta memberikan penyertaan modal melalui perusahaan induknya.
Sebab, pemerintah harus perlu mengetahui rencana bisnis yang akan dilaksanakan. Sehingga, anggaran yang digelontorkan pemerintah tidak sia-sia. Yakni, harus bisa menopang pendapatan asli daerah (PAD).
”Rencana bisnis itu penting untuk menjadi pertimbangan pemerintah untuk menyediakan atau menambah modal perusahaan,” jelasnya. (jun/jup)
Editor : Hera Marylia Damayanti