SAMPANG, RadarMadura.id – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Kolaborasi Ekosistem Masyarakat Indonesia (Kemas) Desa Kotah, Kecamatan Jrengik, di-launching Selasa (9/9).
Bupati Sampang Slamet Junaidi hadir langsung untuk meresmikan dapur mitra Badan Gizi Nasional (BGN) itu.
Bupati Slamet Junaidi mengapresiasi beroperasinya dapur makan bergizi gratis (MBG) Yayasan Kemas.
Pihaknya sangat mendukung program MBG tersebut. Sebab, memiliki manfaat yang besar untuk pembangunan daerah.
Di antaranya, menekan angka stunting dan meningkatkan perekonomian yang bisa menunjang kesejahteraan masyarakat.
Dia mengungkapkan, saat ini ada 30 dapur MBG yang beroperasi di Kota Bahari. Selain itu, ada 45 dapur sudah mengantongi izin dan menunggu di-launching.
Namun, jumlah dapur tersebut masih kurang karena Kabupaten Sampang membutuhkan sebanyak 93 dapur.
Pria yang akrab disapa Haji Idi itu mengingatkan agar SPPG bekerja secara profesional dalam merealisasikan program nasional tersebut.
Kualitas makanan harus memenuhi standar gizi. Dirinya tidak ingin ada makanan basi yang didistribusikan kepada masyarakat.
”Semoga ke depan program MBG yang disalurkan melalui SPPG berjalan dengan baik, serta manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat Kabupaten Sampang,” jelasnya.
Kepala Mitra SPPG Yayasan Kemas Bahrul Ulum menyampaikan, target sasaran dapur MBG sebanyak 3.025 penerima.
Para penerima manfaat itu terdiri dari siswa, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. Dirinya berterima kasih kepada bupati yang me-launching SPPG Yayasan Kemas.
”Ribuan sasaran itu tersebar di lima desa. Yakni, Desa Buker, Asem Raja, Mlakah, Panyepen, dan Asem Nonggal,” tukasnya. (jun/bil)
Editor : Hera Marylia Damayanti