SAMPANG, RadarMadura.id – Pagelaran Tambelangan Fashion Carnival (TFC) kembali digelar meriah pada Rabu (3/9) malam. Kegiatan tersebut berlangsung di Desa/Kecamatan Tambelangan, Sampang, Jawa Timur.
Acara yang sudah memasuki edisi kelima ini berhasil menyedot perhatian masyarakat. Ribuan warga antusias berbondong-bondong menyaksikan parade kostum spektakuler bertema nature yang ditampilkan para peserta.
Para peserta diberangkatkan dari Pasar Tambelangan dengan garis finis di kantor Kecamatan Tambelangan. Jalanan sepanjang rute penuh sesak penonton yang ingin menyaksikan secara langsung kreativitas para desainer muda.
Malam itu, Bupati Sampang Slamet Junaidi hadir langsung bersama sang istri, Selviana Slamet Junaidi. Hadir pula Ketua DPRD Sampang Rudi Kurniawan, jajaran Forkopimda, pimpinan OPD, camat, hingga tokoh masyarakat setempat.
Baca Juga: Rutin Tiap Tahun, TFC Digelar atas Permintaan Masyarakat
Bupati Slamet Junaidi mengaku takjub atas kreativitas pemuda Tambelangan. Ia menuturkan, meski TFC sudah digelar lima kali, baru kali ini dirinya berkesempatan hadir langsung menyaksikan.
“Pemerintah daerah tentu sangat mendukung kegiatan positif seperti ini. Penampilan para peserta luar biasa dan membuat saya takjub. Semoga ke depan semakin banyak kecamatan yang mampu menunjukkan kreativitasnya serta memperkenalkan potensi wilayahnya kepada masyarakat luas,” ujarnya.
Sementara itu, Pembina Pemuda Tambelangan Bersatu, Zakariya, menyampaikan bahwa TFC merupakan agenda tahunan yang lahir dari semangat persatuan dan gotong royong pemuda setempat. Ia bersyukur karena event ini mendapat sambutan positif dari masyarakat.
Partisipasi peserta pun tidak hanya datang dari Tambelangan dan Kabupaten Sampang. Banyak pula peserta dari luar daerah, termasuk kabupaten lain di Madura, Kabupaten Ngawi, Kota Solo, hingga Kabupaten Jember.
Baca Juga: Satgas MBG Kabupaten Sampang Ingatkan SPPG, Makanan Harus Penuhi Standar Gizi
“Sebanyak 77 peserta tampil dalam acara ini. Kami juga melibatkan pemuda baru dalam kepanitiaan untuk membentuk regenerasi. Harapannya, TFC bisa terus digelar setiap tahun sebagai ajang kreativitas sekaligus upaya melestarikan budaya,” terangnya.
Pagelaran TFC kelima ini menjadi bukti bahwa kreativitas pemuda dapat menjadi wadah persatuan, sekaligus sarana untuk mengangkat potensi lokal ke tingkat yang lebih luas. (jun/dry)
Editor : Hendriyanto