Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Bantuan Pangan Dilaporkan Tersalur Seratus Persen, Sejumlah KPM Belum Terima

Hendriyanto • Selasa, 2 September 2025 | 22:41 WIB

MENUMPUK: Karyawan sedang mengangkut beras di kompleks pergudangan Bulog, Kelurahan Banyuanyar, Sampang, Senin (1/9).
MENUMPUK: Karyawan sedang mengangkut beras di kompleks pergudangan Bulog, Kelurahan Banyuanyar, Sampang, Senin (1/9).

SAMPANG, RadarMadura.id  Penyaluran bantuan pangan (banpang) di Desa Karang Penang Onjur, Kecamatan Karang Penang, Sampang, menyita perhatian publik. Mencuat kabar jika puluhan keluarga penerima manfaat (KPM) belum menerima bantuan tersebut.

Padahal, laporan yang diterima Badan Urusan Logistik (Bulog) Madura sudah tersalurkan seratus persen. Hal ini mendapat sorotan sejumlah tokoh masyarakat.

Pemimpin Cabang Perum Bulog Madura Ahmad Rofi’i mengatakan, banpang di Desa Karang Penang Onjur sudah disalurkan semua. "Kami sudah cek pada uploading data, ternyata sudah tersalurkan 100 persen," katanya.

Dia mengutarakan, Pemerintah Desa (Pemdes) Karang Penang Onjur sempat kebingungan dalam penyaluran banpang. Sebab, ada KPM yang meninggal dunia.

Menurutnya, jika KPM meninggal atau tidak ditemukan, bisa diganti dengan data cadangan. Jika data cadangan tidak ada, bisa menggunakan data kemiskinan di desa.

Baca Juga: Imbas Demonstrasi, Bus Trans Jatim Tidak Beroperasi

"Misalnya pengangguran, disabilitas, dan perempuan yang tidak mampu. Data yang kami gunakan pada penyaluran banpang ini dari Kemensos tidak sama seperti bantuan sebelumnya yang menggunakan data kemiskinan ekstrem dari Kemenko PMK," tuturnya.

Rofii mengungkapkan, Pemdes Karang Penang Onjur berkoordinasi dengan instansinya. Diketahui, data cadangan di desa kurang untuk menyerap banpang.

"Kami menyarankan menggunakan data kemiskinan yang ada di desa seperti disabilitas dan sebagainya," ungkapnya.

Tahun ini pemerintah pusat mengurangi penerima banpang. Jika tahun lalu KPM banpang sebanyak 20 juta penerima, tahun ini berkurang menjadi 18 juta orang. Dia mengeklaim, penyaluran banpang di Karang Penang Onjur sesuai dengan petunjuk teknis (juknis).

"Tinggal dicocokkan datanya dan akan disalurkan berasnya," terangnya kepada JPRM.

Baca Juga: Rekomendasi 8 Wisata Solo Terpopuler, dari Museum Seni hingga Pasar Tradisional yang Penuh Cita Rasa dan Estetika

Sebelumnya diberitakan, warga Desa Karang Penang Onjur membeberkan jika ada puluhan KPM yang belum menerima banpang berupa 20 kilogram beras. Dari total KPM 854 penerima, sekitar 80 penerima belum mendapatkan bantuan tersebut.

Informasinya, beras yang belum diserahkan ke KPM disimpan di balai desa setempat. Pria berinisial H itu mempertanyakan alasan banpang belum disalurkan. Alasannya, data KPM tidak ditemukan. Dia curiga Pemdes Karang Penang Onjur sengaja tidak menyebarluaskan undangan kepada semua KPM.

"Kami curiga Pemdes Karang Penang Onjur diduga berupaya mau menggelapkan banpang tersebut," ujarnya.

Terpisah, Pj Kades Karang Penang Onjur Yasid Bustomi membantah tudingan dugaan penyelewengan banpang. Dia mengeklaim bantuan itu disalurkan sesuai ketentuan. Semua undangan untuk KPM sudah diserahkan melalui para kepala dusun (Kadus).

Baca Juga: 4 Destinasi Wisata Dekat Stasiun Jombang, Akses Mudah dan Tiket Murah Jadi Pilihan Tepat untuk Rekreasi Singkat di Tengah Perjalanan

"Memang ada beberapa yang meninggal dan ada juga NIK-nya berbeda, sehingga perlu disesuaikan. Jika ada KPM yang meninggal, kami meminta petunjuk kepada Perum Bulog selaku penyalur bantuan tersebut. Maka, kami ganti dengan penerima cadangan yang datanya juga dari Bulog," bebernya. (bai/bil)

Editor : Hendriyanto
#sampang #bulog #kpm #banpang #bantuan pangan