SAMPANG, RadarMadura.id – Warga Kabupaten Sampang mesti meningkatkan kewaspadaannya terhadap penyakit campak. Pasalnya, dari ratusan anak yang suspek, Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes KB) Sampang mencatat satu orang dinyatakan meninggal.
Kabid P2P Dinkes KB Sampang Samsul Hidayat mengatakan, jumlah penderita campak per hari ini terus bertambah. Sebab, pada Jumat (22/8), total suspek campak sebanyak 413 orang. Tapi, saat ini sudah mencapai 433 orang.
”Dari total tersebut ada satu orang yang sudah dinyatakan meninggal di RSMZ,” katanya.
Menurutnya, bertambahnya jumlah penderita penyakit campak tersebut disebabkan masih banyak yang tidak menjalani vaksin Measles-Rubella (MR). Sehingga, gampang terpapar bakteri yang bisa menyebabkan penyakit campak.
Dijelaskan, karena penyakit campak sudah marak, para orang tua disarankan lebih pandai mengenali gejala campak tersebut. Salah satu contoh gejala yang bisa diketahui jika anak terserang campak adalah mengalami demam disertai ruam atau bintik-bintik.
”Jika ditemukan gejala-gejala seperti itu, hendaknya segera dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat. Sehingga, bisa segera dilakukan penanganan medis lebih lanjut,” ucapnya.
Ditambahkan, pihaknya terus berupaya untuk melakukan pencegahan penularan penyakit campak. Cara yang paling efektif adalah dengan melakukan imunisasi secara masif dan merata.
”Kami terus melakukan imunisasi dan menyasar sekolah-sekolah dan semua balita di posyandu,” katanya.
Samsul Hidayat menyatakan, pihaknya juga akan memanggil semua kepala puskesmas (Kapus) dan programmer se-Kabupaten Sampang. Sebab, penyakit campak tidak bisa dianggap remeh dan harus segera disikapi dengan serius.
”Paling banyak penderita berdomisili di Kecamatan Camplong dan Karang Penang. Kalau di Kecamatan Camplong ada 115 penderita, sementara di Kecamatan Karang Penang ada 88 penderita,” ujarnya.
Humas RSMZ Sampang Amin Jakfar mengaku belum mengetahui informasi meninggalnya satu penderita campak di RSMZ. Sebab, pihaknya belum menerima laporan. ”Nanti akan kami cek dulu pada petugas yang ada di kantor kami,” tandasnya. (bai/yan)
Editor : Hera Marylia Damayanti