Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Pelayanan SPPG Al-Azhar Dikeluhkan, Sajian Makanan Dianggap Tak Sesuai Standar

Hendriyanto • Kamis, 21 Agustus 2025 | 19:29 WIB

 

MENIKMATI: Siswa SDN 1 Karangpenang Onjur tengah menyantap MBG di sekolahnya, Selasa (19/8).
MENIKMATI: Siswa SDN 1 Karangpenang Onjur tengah menyantap MBG di sekolahnya, Selasa (19/8).

KARANGPENANG, RadarMadura.id – Program makan bergizi gratis (MBG) di Kecamatan Karangpenang, Sampang dikeluhkan. Utamanya satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) Yayasan Al-Azhar, Blu’uran, Karang Penang. Pasalnya, kualitas makanan dianggap tidak sesuai standart.

Kepala SDN 1 Karangpenang Onjur Syaifurrahman menyampaikan, siswanya menerima MBG sejak Selasa (19/8). MBG di sekolahnya disalurkan langsung oleh SPPG Yayasan Al-Azhar, Desa Blu'uran.

”Di sekolah kami baru pertamakali disalurkan pada Selasa (19/8),” katanya kepada JPRM.

Pihaknya menilai, sajian makanan yang diberikan kepada siswa tidak sesuai standar. Sajian makanan, khususnya sayuran kurang diminati siswa.

”Sayurnya kurang diminati murid. Lauknya hanya telur puyuh dua butir dan tahu satu biji,” ungkapnya.

Pernyataan Syaifurrahman diperkuat dengan tokoh pemuda Desa Karangpenang Onjur Sudar. Dia mengaku mengamati sajian makanan dari SPPG Al Azhar.

Menurutnya, kandungan gizi dalam makanan yang diberikan kepada siswa dinilai kurang.

”MBG yang diberikan hanya berupa nasi, telur puyuh dua butir, satu buah pisang, sayur kangkung, susu kotak, dan tahu,” ujarnya.

Pihaknya menilai sajian MBG tidak sesuai standart. Sebab, kandungan gizi yang diberikan kurang menyehatkan terhadap siswa. Karena itu, sajian MBG tersebut kurang layak diberikan terhadap siswa.

”Kami berharap kualitas MBG yang diberikan pada siswa dievaluasi karena makanannya tidak layak,” pintanya.

Ketua Komisi IV DPRD Sampang Mahfud mengingatkan, SPPG harus memastikan kelayakan MBG yang diberikan terhadap siswa.

Baca Juga: Transformasi Digital BPJS Kesehatan, Peserta JKN Kini Bisa Urus Layanan dari Rumah

Apalagi, saat ini belum ada pengawas eksternal yang mengawasi realisasi MBG. ”Informasinya Pemkab bakal membentuk tim pengawas MBG,” ucapnya.

Mahfud juga menilai makanan yang disajikan SPPG Al Azhar Kecamatan Karangpenang, tidak layak. Dia mengaku mendapat laporan dan kiriman foto dan video. Dia menduga kandungan gizi dalam makanan tersebut tidak sesuai standart.

”Kami sangat menyayangkan terhadap kualitas MBG yang diberikan pada siswa. Termasuk di SDN 1 Karangpenang Onjur itu,” sesalnya.

Koran ini sudah menghubungi Penanggung Jawab SPPG Yayasan Al-Azhar, Blu’uran, Karang Penang Azam. Tapi, saat dikonfirmasi dia mengelak bahwa dirinya tidak termasuk dalam pengelola. Dia mengaku tidak tahu pemilik SPPG Al-Azhar.

”Saya kurang tahu siapa pemiliknya,” kelitnya. (bai/bil)

Editor : Hendriyanto
#Mbg #SPPG #makan bergizi #dprd #Karang Penang