Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Peringati Kemerdekaan Indonesia, PCNU Sampang Gelar Doa dan Dzikir Bersama

Hendriyanto • Senin, 18 Agustus 2025 | 17:11 WIB

ORASI KEMERDEKAAN: Ketua Tanfidziyah PCNU Sampang KH Itqon Bushiri memberikan sambutan di kantor PCNU Sampang, pada Minggu (17/8) malam.
ORASI KEMERDEKAAN: Ketua Tanfidziyah PCNU Sampang KH Itqon Bushiri memberikan sambutan di kantor PCNU Sampang, pada Minggu (17/8) malam.

SAMPANG, RadarMadura.id — Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sampang, Jawa Timur, menggelar doa dan dzikir kemerdekaan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-80 Republik Indonesia (RI). Kegiatan ini berlangsung di Aula PCNU Sampang, Minggu (17/8) malam, dengan suasana penuh kekhusyukan.

Acara tersebut dihadiri Rais Syuriyah PCNU Sampang, KH Syafi’uddin Abd Wahid, Ketua Tanfidziyah KH Itqon Bushiri, serta jajaran pengurus lembaga dan badan otonom (Banom) PCNU Kabupaten Sampang. Termasuk juga para pengurus MWC NU di Sampang. Kehadiran para kiai, tokoh NU, dan jamaah semakin menambah semarak peringatan kemerdekaan.

Dalam sambutannya, Ketua PCNU Sampang, KH Itqon Bushiri menegaskan bahwa doa dan dzikir kemerdekaan ini merupakan wujud rasa syukur atas kemerdekaan yang diraih bangsa Indonesia. Menurutnya, kemerdekaan adalah nikmat besar dari Allah yang patut dijaga dan diisi dengan amal kebaikan.

"Kami melaksanakan doa dan dzikir dalam rangka memperingati 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia. Ini adalah ungkapan syukur sekaligus bentuk ikhtiar spiritual untuk bangsa," ujar KH Itqon Bushiri saat orasi kemerdekaan.

Lebih lanjut, Kiai Itqon mengingatkan bahwa ulama NU memiliki peran penting dalam sejarah perjuangan bangsa. Banyak peristiwa heroik menjelang dan setelah Proklamasi 17 Agustus 1945 yang diwarnai dengan pengorbanan para kiai dan santri.

Baca Juga: Semarak dan Guyub, Warga Kampung Pocang Timur Sukses Gelar Peringatan HUT Ke-80 RI dengan Biaya Swadaya

"Para ulama telah berkorban jiwa dan raga dalam mewujudkan kemerdekaan yang sekarang bisa kita nikmati bersama. Karena itu, tugas kita adalah merawatnya," ungkap Kiai Itqon yang juga pimpinan Pondok Pesantren Assirojiyah Kajuk, Sampang.

Ia pun mengajak seluruh pengurus dan warga NU di Kabupaten Sampang untuk terus merapatkan barisan dalam menjaga jam’iyyah, menghidupkan amaliyah nahdliyyah, serta mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari berbagai ancaman.

Doa dan dzikir bersama tersebut diawali dengan istighosah, pembacaan shalawat, dan orasi kemerdekaan oleh KH Itqon Bushiri. Jamaah yang hadir larut dalam lantunan doa, seraya memohon agar bangsa Indonesia senantiasa diberi kekuatan, kedamaian, dan kemakmuran.

Rais Syuriyah PCNU Sampang, KH Syafi’uddin Abd Wahid, dalam kesempatan itu juga menekankan pentingnya melanjutkan perjuangan para pendahulu dengan menjaga persatuan dan mengisi kemerdekaan dengan kerja nyata.

Baca Juga: Inspektorat Sampang Libatkan Tiga Responden, Komitmen Perbaiki Sistem Pencegahan Korupsi

"Menjaga bangsa adalah bagian dari jihad kebangsaan," terangnya.

PCNU Sampang berharap tradisi doa dan dzikir kemerdekaan ini dapat terus dilestarikan, bukan hanya sebagai ritual tahunan, tetapi juga sebagai sarana memperkuat spiritualitas, mempererat silaturahmi, dan meneguhkan komitmen NU dalam membela agama, bangsa, dan negara. (dry)

Editor : Hendriyanto
#sampang #nu #HUT ke-80 #Dzikir dan doa #RI #PCNU Sampang