Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Korban Laka Laut di Sreseh Sampang Ditemukan Meninggal, Setelah Dua Hari Operasi SAR Resmi Ditutup

Hendriyanto • Minggu, 17 Agustus 2025 | 17:27 WIB

MEMBELUDAH: Proses evakuasi korban laka laut oleh tim SAR di Desa Labuhan, Kecamatan Sreseh, Sampang, Minggu (17/8).
MEMBELUDAH: Proses evakuasi korban laka laut oleh tim SAR di Desa Labuhan, Kecamatan Sreseh, Sampang, Minggu (17/8).

SAMPANG, RadarMadura.id – Operasi pencarian korban laka laut di perairan Sreseh, Kabupaten Sampang akhirnya membuahkan hasil. Tim SAR gabungan berhasil menemukan korban dalam keadaan meninggal dunia.

Korban diketahui bernama Moh. Rokib (39), warga Desa Labuhan, Kecamatan Sreseh, Sampang. Jenazah ditemukan pada Minggu (17/8) pagi sekitar pukul 05.30 WIB.

Informasi penemuan korban pertama kali didapatkan dari nelayan di sekitar Desa Noreh, Sreseh. Lokasinya berjarak kurang lebih 800 meter dari titik kejadian perkara (LKP).

Menurut Kalaksa BPBD Sampang Chandra Ramadhani Amin melalui Kasi Kedaruratan dan Logistik Mohammad Hozin, setelah menerima laporan, tim SAR gabungan segera bergerak menuju lokasi penemuan. Proses evakuasi dilakukan sekitar pukul 06.50 WIB.

Petugas memastikan bahwa jenazah tersebut merupakan korban yang sejak Sabtu (16/8) dicari. Setelah proses identifikasi selesai, jenazah langsung dibawa menuju rumah duka.

Baca Juga: Nelayan Masalembu Keluhkan Pembatasan BBM Subsidi, 10 Liter Per Hari untuk Satu Kapal

Tim BPBD Sampang menyampaikan duka cita mendalam atas musibah yang menimpa korban. Ia berharap keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.

"Operasi SAR yang telah berlangsung dua hari resmi ditutup setelah penemuan korban. Hal ini sesuai dengan prosedur yang berlaku dalam pencarian dan pertolongan," terang Hosin.

Diterangkan, unsur gabungan yang terlibat dalam operasi ini antara lain Basarnas, BPBD Sampang, Agisena BPBD Jatim, perangkat desa, dan masyarakat setempat. Mereka bekerja sama bahu membahu sejak awal pencarian.

"Cuaca di wilayah Sampang pada hari pencarian dilaporkan cerah. Kondisi ini sangat membantu proses evakuasi korban di perairan," tambahnya.

Menurut laporan, korban merupakan satu-satunya yang terdampak dalam peristiwa laka laut tersebut. Tidak ada korban lain yang dilaporkan hilang maupun mengalami luka.

Baca Juga: HUT RI ke-80, Ini 8 Kontribusi Nyata BRI untuk Bangsa Lebih Berdaulat dan Sejahtera

Pihak keluarga menerima jenazah dengan penuh haru. Setelah itu, korban langsung dimakamkan.

Sementara itu, Kepala Desa Labuhan, Jawahir membenarkan jika warganya yang hilang saat melaut sejak Sabtu (16/8) dinihari sudah ketemu. Dipastikan, Rokib yang menjadi korban laka laut saat menjaring ikan itu hanya sendiri dan sudah ditemukan jenazahnya.

"Setelah di evakuasi langsung diserahkan kepada pihak keluarga," terangnya.

Pihaknya menyampaikan terimakasih kepada tim SAR yang ikut membantu mencari korban selama dua hari. Termasuk juga para nelayan yang ikut pencarian hingga sore hari pada saat hari pertama. (dry)

Editor : Hendriyanto
#sreseh #sampang #basarnas #sar #nelayan tenggelam #bpbd