Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Sisa Penyertaan Modal PT GSM Sampang Belum Dibayar

Amin Basiri • Rabu, 13 Agustus 2025 | 15:52 WIB
TELITI: Direktur Utama PT GSM Tamsul (kiri) menerima laporan dari staf di ruang kerjanya Senin (11/8).
TELITI: Direktur Utama PT GSM Tamsul (kiri) menerima laporan dari staf di ruang kerjanya Senin (11/8).

SAMPANG,RadarMadura.id – Pemkab Sampang punya tanggungan pada PT Geliat Sampang Mandiri (GSM). Sebab, penyertaan modal belum dibayar semua.

Sejak didirikan pada 2008 lalu, badan usaha milik daerah (BUMD) hanya menerima modal Rp 3,2 miliar.

Direktur Utama PT GSM Tamsul menyampaikan, penyertaan modal sangat penting dalam menunjang kegiatan bisnis perusahaan.

Sampai sekarang kategori perusahaan tergolong kecil. Sebab, modal usaha yang diterima di bawah Rp 5 miliar.

Menurutnya, kategori perusahaan mempengaruhi pengembangan bisnis. Sebab, tender yang tersedia hanya untuk perusahaan menengah atau besar. Akibatnya, PT GSM tidak bisa mengikuti tender karena kreterianya tidak terpenuhi.

Dia mengungkapkan, modal yang diberikan pemerintah hanya Rp 3,2 miliar. Sementara, penyertaan modal yang ditetapkan Pemkab Sampang Rp 5 miliar. Artinya, modal dari pemerintah kurang Rp 1,2 miliar.

”Sekarang sistem tender itu sudah digital. Kalau yang disyaratkan harus perusahaan menengah atau besar, kami tidak lulus tahap adminitrasi,” ungkapnya.

PTGSM memiliki sejumlah anak perusahaan. Selama ini, upaya untuk meningkatkan kegiatan bisnis dengan semua anak perusahaan terus dilakukan. Termasuk membagi dividen kepada pemerintah dari keuntungan bisnis setiap tahun.

”PT GSM itu didirikan 2008, kami rasa sudah waktunya agar modal disetor dari pemerintah itu dipenuhi sesuai nilai modal dasar yang ditetapkan,” jelasnya.

Plt Kabag Perekonomian dan SDA Setkab Sampang Kustantinah mengakui jika yang disetor ke BUMD yang bergerak di sektor minyak dan gas itu baru berupa modal dasar. Alasanya, kemampuan anggaran daerah terbatas.

Dalam perubahan anggaran keuangan (PAK) tahun tidak menyiapkan untuk menambah penyertaan modal.

Jika memungkinkan, kata dia, penambahan penyertaan modal untuk PTGSM akan diangarkan tahun depan.

”Sampai sekarang belum ada tambahan penyertaan modal karena keterbatasan anggaran. Mungkin tahun depan kalau ada anggarannya,” tukasnya. (jun/bil)

Editor : Amin Basiri
#sampang #PT GSM #modal #bumd