SAMPANG, RadarMadura.id – Pemerintah pusat menegaskan komitmennya dalam mengatasi penyakit kusta di Indonesia.
Kabupaten Sampang dipilih sebagai wilayah percontohan (pilot project) eliminasi kusta, dengan kunjungan langsung dari Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, pada Selasa (8/7).
Kedatangan Menkes disambut hangat oleh Bupati Sampang Slamet Junaidi, didampingi Wakil Bupati Ahmad Mahfudz serta jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Pendopo Trunojoyo.
Dalam sambutannya, Budi Gunadi Sadikin menyampaikan bahwa penyakit kusta bukan penyakit kutukan atau penyakit yang cepat menular, seperti stigma negatif yang selama ini berkembang di masyarakat.
Baca Juga: Bupati Slamet Junaidi Perkuat Sinergi Pemkab Sampang dengan Ulama
Ia menekankan bahwa kusta bisa disembuhkan sepenuhnya jika ditemukan dan diobati sejak dini.
“Kusta bukan penyakit kutukan. Ini penyakit menular yang bisa diobati. Obatnya sudah tersedia. Yang terpenting adalah kita temukan penderita sebanyak-banyaknya dan segera obati,” tegas Menkes.
Ia juga mengajak masyarakat dan pemerintah daerah untuk menghapus stigma terhadap penderita kusta agar mereka tidak dikucilkan dan mau mengakses pengobatan.
Menurutnya, stigma sering menjadi penghambat utama dalam upaya penanggulangan penyakit ini.
Baca Juga: Revisi Kelulusan PPPK Belum Terbit, Seleksi Berlangsung Hingga September
Sementara itu, Bupati Sampang Slamet Junaidi menyampaikan bahwa pihaknya memiliki komitmen yang sejalan dengan pemerintah pusat dalam mengatasi kusta.
Pihaknya menargetkan Sampang bebas kusta sebelum masa jabatannya berakhir pada 2030.
“Tahun ini ada 85 kasus baru yang ditemukan. Kami akan terus melakukan pencarian aktif terhadap penderita agar dapat segera ditangani. Target kami, 2029 Kabupaten Sampang bebas kusta,” ujar bupati yang akrab disapa Aba Idi itu.
Usai melakukan diskusi di pendopo, Menteri Kesehatan beserta rombongan langsung menuju Desa Pamolaan, Kecamatan Camplong. Di sana, Menkes menyapa langsung penderita kusta yang sedang menjalani pengobatan.
Dalam kunjungan ke desa tersebut, Menkes didampingi langsung oleh bupati, wakil bupati, serta sejumlah pejabat daerah lainnya.
Baca Juga: 33 CPNS di Sampang Belum Jalani Pelatihan Dasar
Kehadiran mereka menjadi simbol bahwa negara hadir untuk mendampingi dan memulihkan penderita kusta, sekaligus menghapus stigma yang selama ini melekat.
Kunjungan ini diharapkan mampu memberikan dorongan moral dan semangat bagi daerah-daerah lain agar lebih agresif dalam menemukan dan mengobati kasus kusta, sekaligus mempercepat target nasional bebas kusta. (jun/dry)
Editor : Hendriyanto