SAMPANG, RadarMadura.id – Kabupaten Sampang belum bebas dari kasus tengkes. Karena itu, Wakil Bupati (Wabup) Sampang Ahmad Mahfudz mendorong percepatan realisasi program makan bergizi gratis (MBG). Sebab, program tersebut dinilai akan berdampak positif terhadap pemenuhan gizi anak.
Ahmad Mahfudz mengatakan, pihaknya sudah meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Jrengik. Sementara, yayasan ini satu-satunya di Kota Bahari yang sudah merealisasikan program MBG.
SPPG Yayasan Garda Kosong Delapan bertanggung jawab mendistribusikan MBG di sembilan desa.
Yakni Desa Majangan, Jungkarang, Kalangan Prao, Kotah, Jrengik, Taman, Panyepen, Margantoko, dan Asemnonggal. Jumlah siswa penerima program MBG di Kecamatan Jrengik sebanyak 3.464 orang.
”Ke depan, di kecamatan yang lain juga bakal menyusul akan dibentuk SPPG,” ujar pria yang akrab disapa Lora Wabup itu.
Dia mengungkapkan, dua tahun terakhir angka kasus tengkes di Kabupaten Sampang perlu menjadi atensi serius.
Dengan adanya program MBG, diharapkan bisa menekan kasus tengkes atau stunting. Sebab, anak yang kekurangan gizi bisa terpenuhi dengan makanan bergizi gratis tersebut.
”Angka stunting di Sampang dua tahun terakhir berada di bawah angka nasional. Tapi, tetap membutuhkan kerja keras untuk menekan angka stunting,” ungkapnya.
Lora Wabup mendorong percepatan realisasi program MBG tersebut. Ditargetkan setiap kecamatan memiliki satu SPPG.
Jika mengacu pada standar perhitungan Badan Gizi Nasional (BGN), setiap kecamatan butuh lebih dari satu SPPG.
Dia berharap, program MBG terelisasi dengan maksimal sehingga manfaatnya dirasakan masyarakat Sampang. ”Kami usahakan harus ada meskipun hanya satu SPPG di setiap kecamatan,” tandasnya. (bai/bil)
Editor : Amin Basiri