CAMPLONG, RadarMadura.id – Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Sampang mengelola 28 pasar tradisional.
Namun, tahun ini Pemkab Sampang tidak menyediakan anggaran untuk perbaikan pasar. Padahal, pasar tersebut ditarget harus menyumbang pendapatan asli daerah (PAD).
Kepala Diskopindag Sampang Choirijah menyampaikan, selama ini pemerintah daerah jarang menyediakan anggaran untuk kegiatan revitalisasi pasar.
Sekalipun ada, kegiatan tersebut merupakan bantuan dari Kementerian Perdagangan. Misalnya, kegiatan revitalisasi Pasar Sore Baru yang dilaksanakan 2024.
”Pembangunan Pasar Sore Baru dianggarkan Rp 2,8 miliar dari pemerintah pusat. Tahun ini tidak ada kegiatan dan tidak ada anggaran perbaikan lagi,” ujarnya.
Pejabat yang akrab disapa Qori itu mengungkapkan, jika melihat kondisi pasar, banyak yang perlu dilakukan perbaikan.
Di antaranya, Pasar Srimangunan karena atap pasar bocor. Tetapi, Pemkab Sampang tidak menyediakan anggaran untuk perbaikan.
”Tahun ini tidak ada pembangunan atau revitalisasi pasar lagi. Anggaranya tidak ada,” ungkapnya.
Menurut dia, pasar menyumbang PAD melalui penarikan retribusi. Target PAD pasar yang dipatok pemerintah tahun ini sebesar Rp 6 miliar. Ada 28 pasar yang dikelola menjadi sumber PAD.
”Target PAD dari retribusi pasar sama seperti tahun lalu. Paling besar targetnya di Pasar Srimangunan,” jelasnya.
Ketua Komisi II DPRD Sampang Alan Kaisan meminta agar serapan PAD pasar tradisional ditingkatkan. Sebab, realisasi PAD pasar tahun lalu tidak mencapai target.
Dia mendorong diskoperindag meningkatkan pengawasan dalam menyerap retrebusi di setiap pasar tradisional.
”Kami sudah mengevaluasi realisasi PAD pasar 2024. Kami menginginkan agar realisasi tahun ini lebih baik dari 2024,” pintanya. (jun/bil)
Editor : Achmad Andrian F