SAMPANG, RadarMadura.id – Fasilitas yang ada di Pasar Srimangunan yang disediakan pemerintah belum dimanfaatkan maksimal.
Indikasinya, dari 859 kios yang ada, 247 di antaranya tidak ditempati.
Kurang optimalnya pemanfaatan kios di Pasar Srimangunan tersebut membuat serapan retribusi tidak optimal.
Sebab, pengguna kios tidak memanfaatkan fasilitas tersebut untuk berjualan. Sehingga, menyulitkan pemerintah untuk menarik retribusi.
Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Sampang Chairijah tidak memungkiri banyaknya kios di Pasar Srimangunan yang tidak ditempati.
Institusinya juga kesulitan untuk menarik retribusi karena tidak ditempati pedagang.
Namun, belakangan ini pengguna kios kembali menempati lapaknya. Termasuk, mau membayar retribusi, meski dicicil.
Itu setelah institusinya menyegel kios pedagang yang lama tidak membayar retribusi.
”Kios di Pasar Srimangunan memang banyak tidak ditempati karena pedagang beralasan letaknya kurang strategis. Hal itu terungkap setelah kami melakukan penyegelan,” ulasnya.
Perempuan yang akrab disapa Qori itu juga menyadari, serapan retribusi dari Pasar Srimangunan belum maksimal.
Selama 2024 hanya terealisasi 36,18 persen dari target Rp 742.130.000.
”Padahal, Pasar Srimangunan adalah pasar dengan target pendapatan terbesar di Kabupaten Sampang,” jelasnya.
Ketua Komisi II DPRD Sampang Alan Kaisan menyampaikan, pengelolaan pasar yang kurang maksimal menjadi salah satu perhatian legislatif.
Hal ini mengindikasikan kinerja pemerintah belum maksimal. ”Indikasinya, realisasi pendapatan daerah dari retribusi pasar selama 2024 minim,” paparnya.
Dia minta pemerintah mengambil langkah strategis agar situasi ini tidak berlarut-larut.
Pemerintah harus melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap hasil kinerja selama 2024. Sehingga, hal serupa tidak terjadi lagi.
”Harus ada pembenahan yang menyeluruh dalam pengelolaan pasar. Data pedagang harus jelas dan pastikan tidak ada permainan yang berakibat pada bocornya pendapatan untuk daerah,” pintanya. (jun/yan)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Hera Marylia Damayanti