Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Kafe Mad Kucil Sampang Gratiskan Kopi kepada Mahasiswa, Salah Satu Cara Mensyukuri Nikmat dengan Program Gratis untuk Sedekah

Hera Marylia Damayanti • Senin, 28 April 2025 | 03:06 WIB
BERKEMBANG: Pengunjung menikmati layanan Kafe Mad Kucil di Desa Masaran, Kecamatan Banyuates, Sampang, Sabtu (19/4). (ZAMZAMY AZIZ UNTUK JPRM)
BERKEMBANG: Pengunjung menikmati layanan Kafe Mad Kucil di Desa Masaran, Kecamatan Banyuates, Sampang, Sabtu (19/4). (ZAMZAMY AZIZ UNTUK JPRM)

SAMPANG, RadarMadura.id – Untung boleh berlipat, tapi hendaknya tidak lupa untuk mensyukuri nikmat.

Salah satunya dengan program gratis untuk sedekah. Bahkan, Aziz punya program gratis bagi mahasiswa pergerakan.

Cara Zamzamy Aziz cukup nekat dalam memulai kegiatan usaha. Pasalnya, sebagian besar dari modal yang digunakan untuk merintis kafe dia peroleh dari meminjam.

Kegiatan usaha di bidang kuliner itu dia kelola bersama Amilia Rosa, perempuan yang kini jadi istrinya.

Kafe Mad Kucil di Desa Masaran, Kecamatan Banyuates, Sampang, itu dirintis 2019.

Modal awal yang dihabiskan sebesar Rp 54 juta. Dari modal itu, Rp 50 juta diperoleh dari hasil meminjam.

Meski begitu, dia yakin dan optimistis dapat menjalankan usaha dan balik modal. Namun, semua itu perlu perjuangan hingga berkembang sampai sekarang.

Ada beragam menu makanan dan jenis minuman yang disediakan di kafenya. Sekarang dia sudah dibantu oleh empat orang pekerja.

”Waktu memulai usaha, uang saya sendiri hanya Rp 4 juta. Sisanya diperoleh dari meminjam ke teman atau saudara. Saya hitung modal awal yang dihabiskan Rp 54 juta,” jelas pemilik Kafe Mad Kucil itu.

Menurutnya, salah satu motivasi memulai kegiatan usaha ini karena melihat minimnya tempat tongkrongan bagi anak muda di wilayah utara Kabupaten Sampang.

Apalagi, kala itu, Aziz masih mahasiswa yang kerap kesulitan mencari tempat nongkrong.

Sehingga, muncul inisiatif untuk membuka usaha bersama sang pacar yang kini sudah dinikahi.

Menurut Aziz, ada beberapa hal penting yang perlu dimiliki untuk memulai kegiatan usaha.

Seperti, memiliki banyak jejaring atau kenalan untuk mengenalkan produk-produknya. Hal itu dapat diperoleh dengan aktif dalam kegiatan organisasi.

Selain itu, kafe harus memiliki produk yang dapat menjadi ciri khas. Artinya, produk itu tidak mungkin didapat dari tempat lain kecuali dari kafenya.

Ditambah, ada program lain yang dapat menarik minat pembeli, seperti mengundang grup musik tampil setiap minggu.

Aziz bersyukur, usaha yang dia kelola bisa berkembang sampai sekarang.

Penghasilan kotor harian mencapai ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Mulai dari Rp 800 ribu hingga Rp 1,5 juta dalam sehari.

”Saya juga ada program beli dua gratis satu setiap hari Jumat. Kalau untuk kader PMII malah gratis kopi,” terang pria asal Desa Batioh, Kecamatan Banyuates, Sampang, itu. (jun/luq)

Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News

Editor : Hera Marylia Damayanti
#kuliner #Kader PMII #ciri khas #mahasiswa #sedekah #Kafe Mad Kucil #gratis kopi #program gratis