Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Bantuan Hand Sprayer di Sampang Dianggarkan Ratusan Juta

Fatmasari Margaretta • Rabu, 23 April 2025 | 15:00 WIB
BELUM DISALURKAN: Warga melihat kondisi hand tractor di halaman kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sampang, Selasa (22/4). (JUNAIDI PONDIYANTO/JPRM)
BELUM DISALURKAN: Warga melihat kondisi hand tractor di halaman kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sampang, Selasa (22/4). (JUNAIDI PONDIYANTO/JPRM)

SAMPANG, RadarMadura.id – Alokasi dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) 2025 yang dikelola Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Disperta KP) Sampang mencapai miliaran rupiah.

Anggaran ini di antaranya dibelanjakan alat mesin pertanian (alsintan) untuk menunjang kesejahteraan masyarakat.

Analis Kebijakan Muda Bagian Perokonomian dan SDA Setkab Sampang Abdi Barri Salam menyampaikan, anggaran DBHCHT yang diterima Pemkab Sampang dikelola sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD).

Di antaranya, disperta KP untuk mendorong kegiatan produksi di sektor pertanian tembakau.

Menurut dia, tahun ini disperta KP kebagian anggaran sebesar Rp 5,9 miliar.

Pihaknya menerima sejumlah program yang akan dilaksanakan dengan menggunakan anggaran DBHCHT.

Di antaranya bantuan alat mesin pertanian berupa hand tractor, hand sprayer, mesin perajang tembakau, dan lainnya.

”Total anggaran DBHCHT Kabupaten Sampang 2025 sebesar Rp 42 miliar. Itu dibagi ke sejumlah OPD teknis untuk melaksanakan kegiatan sesuai dengan program yang direncanakan,” tuturnya.

Kabid Sarana Pertanian Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sampang Nurdin tidak menampik jika kebagian anggaran DBHCHT.

Ada beberapa kegiatan yang dikelola bidangnya. Yakni, bantuan alat mesin pertanian berupa hand tractor dan hand sprayer.

Anggaran bantuan hand tracator dialokasikan sebesar Rp 1,8 miliar.

Dana tersebut untuk pengadaan 59 unit hand tractor dan akan diserahkan kepada 59 kelompok tani.

Alat mesin pertanian itu belum disalurkan karena menunggu surat keputusan bupati tentang penerima.

Selain itu, pihaknya memiliki anggaran Rp 205 juta untuk pengadaan bantuan sebanyak 200 hand sprayer.

Namun, pengadaan belum dilakukan karena direalisasikan secara bertahap. Nurdin mengaku lupa data penerima bantuan tersebut.

”Kalau bantuan hand sprayer, satu kelompok tani bisa mendapat lima sampai sepuluh unit,” tukasnya. (jun/bil)

Editor : Fatmasari Margaretta
#bantuan #program #alsintan #Hand sprayer #Hand Tractor #kelompok tani #DBHCHT #mesin pertanian #opd