SAMPANG, RadarMadura.id – Usaha kuliner yang dijalani Fathurrosyid cukup menjanjikan.
Warga Desa Torjunan, Kecamatan Robatal, itu bisa meraup keuntungan jutaan rupiah.
Pendapatan itu diperoleh dari berjualan es teler dan beberapa menu makanan berat.
Rosi mengawali usahanya dengan membuka kedai di desanya. Namun, di sana penjualannya dirasa tidak begitu banyak permintaan.
Sehingga, muncul inisiatif untuk berjualan secara mobile di pusat kota atau di sekitar Alun-Alun Trunojoyo Sampang.
Dia memilih kawasan sekitar alun-alun karena di sana selalu banyak pengunjung.
Berjualan secara mobile itu sudah dijalani selama empat bulan terakhir.
Dia bersyukur pendapatan dari berjualan itu bisa meningkat dari waktu ke waktu. Bahkan, tembus jutaan rupiah per hari untuk pendapatan kotor.
Jenis makanan yang dijual berupa es teler dengan dua jenis varian.
Yakni, es teler original dengan harga Rp 10 ribu dan es teler rasa durian Rp 15 ribu per porsi.
Kemudian, aneka makanan berat seperti nasi pecel, nasi kuning, dan nasi rawon yang harganya Rp 10 ribu per porsi.
”Alhamdulillah cukup lancar, awalnya pendapatan harian itu pernah hanya mendapat Rp 30 ribu. Tetapi, kemudian meningkat menjadi Rp 1,5 juta, Rp 3 juta, bahkan pernah Rp 7 juta saat momen tahun baru,” jelasnya.
Menurutnya, meski berjualan secara mobile, dia tidak menutup kedai tempat berjualan di desanya.
Sebab, dirinya mempekerjakan seseorang untuk menjaga kedai yang diupah bulanan.
Selain di sekitar rumahnya, dia juga memiliki cabang usaha yang sama di wilayah Kecamatan Kedungdung.
”Kalau yang berjualan secara mobile itu saya kelola berdua bersama istri. Kami berangkat lebih pagi dari Robatal agar bisa buka pukul 08.00 WIB di sekitar alun-alun,” terangnya. (jun/luq)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Hera Marylia Damayanti