SAMPANG, RadarMadura.id – Berbagai masjid tersebar di seluruh penjuru dunia, termasuk di Sampang. Salah satu masjid yang besar di Kabupaten Sampang yakni Masjid Agung Asy-Syahied.
Pengurus Masjid Agung Asy-Syahied Sampang Moh. Roziq mengatakan, masjid tersebut memiliki ciri has tersendiri. Tentunya ciri khas itu berbeda dengan masjid-masjid lain di Kabupaten Sampang.
”Salah satunya, kubah masjid hanya satu dan berukuran besar sehingga masjid agung ini merupakan masjid dengan kubah terbesar se-Kabupaten Sampang,” terangnya.
Selain itu, terdapat ciri has lain yang juga menjadi ciri khas unik Masjid Agung. Yakni, tiang penyangga yang mengelilingi seluruh area Masjid Agung Asy-Syahied berjumlah 99 tiang.
”Maknanya melambangkan Asmaul Husna. Di setiap tiang juga terdapat tulisan Asmaul Husna,” katanya.
Keunikan Masjid Agung Asy-Syahied lainnya terletak pada ventilasi udara yang berada di atas jendela maupun pintu masuk masjid.
”Ventilasi masjid mengikuti Masjid Nabawi Madinah. Namun, dibuat dari kayu dan dihiasi ukiran kaligrafi bertulis Allah Jalla Jalāluhu. Artinya, Allah Yang Maha Agung atau Allah Yang Maha Mulia,” terangnya.
Masjid Agung Asy-Syahied tidak hanya digunakan untuk salat berjemaah, tapi juga dijadikan tempat pengajian remaja masjid (remas). Yakni, setiap bakda salat subuh sepekan dua kali.
”Kemudian untuk bakda salat magrib sepekan tiga kali pengajian remas. Karena selain menjadi tempat ibadah, masjid ini juga dijadikan tempat menyiarkan agama Islam,” paparnya.
Selain itu, Masjid Agung Asy-Syahied sering dijadikan sebagai tempat akad nikah.
Sebab, sebagian masyarakat beranggapan ada nilai tersendiri saat melangsungkan akad nikah di Masjid Agung Asy-Syahied.
”Masyarakat yang melangsungkan pernikahan di Masjid Agung Asy-Syahied menganggap sakral. Sebab, masjid ini merupakan masjid kuno,” ucapnya. (bai/luq)
Editor : Achmad Andrian F