SAMPANG, RadarMadura.id – Setiap daerah memiliki masjid yang beragam dan memiliki keunikan.
Salah satunya adalah Masjid Agung Asy-Syahied Sampang. Masjid di Jalan Pahlawan, Kelurahan Rongtengah, Kecamatan Kota/Sampang, ini memiliki 99 tiang penyangga yang melambangkan Asmaul Husna.
Pengurus Masjid Agung Asy-Syahied Sampang Moh. Roziq menerangkan, usia Masjid Agung Assyahied saat ini sudah memasuki usia ke-329 tahun. Sebab, awal mula masjid tersebut didirikan sejak 1696.
”Masjid ini pertama dibangun oleh Syekh Abdus Syahied. Awalnya, masjid ini berupa musala berkaki empat pilar dan terdapat dua buah kolam di sebelah timur masjid,” tuturnya.
Kemudian, pada 1773 diperluas oleh putranya, KH Chotib Syahied. Kemudian, pada 1826 Masehi diperluas oleh putranya atas nama KH Abdullah Khotib. Dilanjutkan pada 1992 Masehi direhab oleh putranya atas nama KH Zubair Abdullah.
”Pada 1977 Masehi direhab kembali dan diperluas oleh putranya atas nama KH A. Zaini Zubair,” ujarnya.Rehab masjid, lanjut Roziq, tidak hanya berhenti sampai di situ. Pada 1994 Masehi, masjid kembali direnovasi total dan diperluas oleh KH Umar Farouq Zubair sekaligus diberi nama Masjid Agung.
”Sebelumnya pada 1990 Masehi, juga telah didirikan taman pendidikan Al-Qur’an oleh KH Aidul Fitti Zaini,” ujarnya.
Selain itu, pada 2005–2012 Masehi, KH Fahrurrozi Farouq menjadi ketua takmir masjid. Kemudian pada 2012 digantikan oleh KH Aidul Fitri Zaini yang menjadi ketua takmir masjid sampai sekarang.
”Pada masa KH Aidul Fitri Zaini, dilakukan renovasi kubah masjid menjadi paling besar se-Kabupaten Sampang dan menambah nama masjid menjadi Masjid Agung Asy-Syahied Sampang yang dibangun di atas tanah wakaf seluas 4.500 meter persegi. (bai/luq)
Editor : Achmad Andrian F