SAMPANG, RadarMadura.id – Kabupaten Sampang memiliki budaya musik tradisional berupa daul combo.
Untuk melestarikannya, Dinas Pemuda Olaharaga Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Sampang menggelar Parade Daul Combodug selama dua malam. Yakni, mulai Sabtu hingga Minggu (5-6/4).
Parade Daul Combudug 2025 diikuti 67 kelompok. Yakni, meliputi 29 kelompok daul combo dan 38 kelompok daul dugdug.
Kepala Disporabudpar Sampang Marnilem menyampaikan, pihaknya menyelenggarakan event tersebut sebagai bentuk pelestarian budaya.
Menurutnya, kegiatan parade daul tersebut ditunggu-tunggu masyarakat Kota Bahari.
Kegiatan digelar dua malam disesuaikan dengan kategori kelompok daul. Malam pertama khusus daul combo dan malam kedua menampilkan daul dugdug.
”Daul combo dengan dugdug itu berbeda. Daul combo itu memakai musik tradisional ciri khas Kabupaten Sampang,” tuturnya.
Marnilem mengungkapkan, rute parade budaya tersebut telah ditentukan. Peserta mulai berjalan dari Alun-Alun Trunojoyo Sampang, Jalan KH Wahid Hasyim dan berhenti di Monummen Trunojoyo, Jalan Trunojoyo.
Pihaknya menerapkan rekayasa lalu lintas agar rute parade steril dari lalu lintas kendaraan.
Dia menjelaskan, kegiatan ini murni untuk melestarikan budaya. Peserta yang tampil dalam kegiatan parade tidak dilombakan.
Pemerintah tidak melakukan penilaian terhadap peserta yang berpartisipasi dalam parade daul.
”Penontonnya pasti banyak karena diperkirakan dari seluruh kecamatan di Kabupaten Sampang. Kami berharap para penonton tidak mengganggu kelancaran parade daul,” harapnya.
Warga Desa/Kecamatan Torjun Fadil menyampaikan, kegiatan parade musik daul merupakan event yang ditunggu-tunggu masyarakat Sampang.
Sebab, kegiatan tersebut rutin diselenggarakan setiap tahun setelah Hari Raya Idul Fitri.
”Pasti penontonnya membeludak karena parade musik daul ini rutin diselenggarakan setiap tahun,” tukasnya. (jun/bil)
Editor : Fatmasari Margaretta