SAMPANG, RadarMadura.id – Makam Rato Ebu di Kelurahan Polagan, Kecamatan Kota Sampang, memiliki ciri khas yang tetap dipertahankan hingga saat ini. Yakni, ornamen relief di batu nisan yang menyimpan makna tersembunyi.
”Tapi, saya sendiri kurang memahami makna ukiran pada nisan Makam Rato Ebu itu,” ujar Abdul Mufti
Makam itu tidak pernah mengalami perubahan. Yakni, tetap bernuansa pemakaman raja. Sebelum masuk ke pemakaman, ada satu bukti sejarah Kerajaan Madegan yang masih tersisa, yaitu pintu gerbang.
”Pintu tersebut masih berdiri kokoh dan menjadi pintu masuk kompleks Makam Rato Ebu,” imbuhnya.
Mufti memaparkan, Makam Rato Ebu menjadi salah satu objek wisata religi yang sering dikunjungi peziarah.
”Wisata Rato Ebu sudah dilengkapi dengan pemandu wisata yang menjelaskan para tokoh bersejarah yang dikebumikan di kompleks pemakaman tersebut,” sambungnya.
Pengunjung Makam Rato Ebu tidak hanya dari empat kabupaten di Madura. Sebab, juga banyak dari luar Pulau Garam. Antara lain, Malang, Jember, Jawa Tengah, dan Jawa Barat, bahkan luar negeri.
Wisatawan mancanegara yang datang tertarik untuk mempelajari pahatan relief di batu nisan Makam Rato Ebu.
”Sempat juga ada wisatawan dari Swedia berkunjung pada Makam Rato Ebu untuk melakukan penelitian tentang relief batu yang ada pada nisan tersebut,” tandasnya. (bai/jup)
Editor : Achmad Andrian F