SAMPANG, RadarMadura.id – Bupati Sampang Slamet Junaidi santuni anak yatim di Pendopo Trunojoyo Kabupaten Sampang, Kamis (27/3). Kegiatan sosial yang menyasar seribu anak yatim itu juga dihadiri oleh Ketua TP PKK Sampang Selviana Slamet Junaidi.
Bupati Sampang Slamet Junaidi menyampaikan, sudah seharus pemerintah hadir membantu para anak yatim. Berbagi kebahagiaan dengan para anak yatim untuk meringankan beban mereka. Selain itu dapat menumbuhkan semangat anak yatim.
Ditegaskan, pemerintah Kabupaten Sampang akan selalu menghadirkan program-program sosial untuk masyarakat. Seperti menyantuni anak yatim dan memberikan bantuan kepada kaum duafa. Hal itu sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat.
Bupati Sampang dua periode itu berharap bantuan kepada anak yatim itu tidak hanya bermanfaat secara materi. Tetapi, dapat menjadi penyemangat bagi mereka untuk belajar dan meraih cita-citanya.
Baca Juga: Bupati Sampang Slamet Junaidi Bakal Rombak Struktural OPD
Terlebih, saat ini masih dalam suasan bulan keberkahaan yaitu bulan ramadan. Aba Idi juga mengajak semua pihak bisa memperhatikan keberadaan anak yatim.
”Semoga bantuan ini dapat bermanfaat dan meringankan beban mereka. Serta menjadi pengingat bagi kita bersama untuk meningkatkan kepedulian terhadap sesama,” jelasnya.
Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Sampang Edi Subinto menyampaikan, program santunan kepada anak yatim bukan sekadar bantuan finansial. Melainkan, bentuk perhatian dan kepedulian sosial dari pemerintah daerah yang nyata.
”Pemerintah ingin anak-anak yatim di Kabupaten Sampang mendapatkan perhatian yang layak. Program ini merupakan bukti nyata komitmen pemerintah dalam mendukung mereka agar tetap bersemangat dalam meraih masa depan yang lebih baik,” jelasnya.
Baca Juga: Pondok Pesantren Gedangan, Sampang Gembleng Guru Tugas sebelum Disebar ke Berbagai Daerah
Sekedar diketahui, Dalam kegiatan tersebut, seribu anak yatim dikumpulkan pemerintah dari berbagai kecamatan di Kabupaten Sampang. Meliputi, 156 anak dari Kecamatan Sampang, 62 anak dari Kecamatan Torjun, 64 anak dari Kecamatan Camplong, 36 anak dari Kecamatan Pangarengan, 88 anak dari Kecamatan Omben, 50 Anak dari Kecamatan Jrengik, dan 106 anak dari Kecamatan Kedungdung.
Kemudian, 50 anak dari Kecamatan Robatal, 68 anak dari Kecamatan Tambelangan, 52 anak dari Kecamatan Karang Penang, 70 anak dari Kecamatan Ketapang, 52 anak dari Kecamatan Sreseh, 94 anak dari Kecamatan Banyuates, 52 anak dari Kecamatan Sokobanah. (jun/dry)
Editor : Hendriyanto