SAMPANG, RadarMadura.id – Santri tidak hanya diajarkan teori, tapi juga dituntut untuk praktik langsung ilmu yang sudah dipelajari.
Sebelum ditugaskan ke berbagai daerah, santri Ponpes Gedangan diberi pembekalan. Mereka digembleng berbagai ilmu pengetahuan selama Ramadan.
Santri yang lulus madrasah aliyah diwajibkan menjadi guru tugas. Mereka diperbantukan ke sejumlah lembaga pendidikan untuk mengajar dan berinteraksi dengan masyarakat. Khususnya, lembaga pendidikan yang dikelola para alumni Ponpes Gedangan.
Pengurus Ponpes Gedangan Ahmad Khoiruddin MZ menerangkan, pesantren mewajibkan kepada santri yang lulus MA untuk menjadi guru tugas.
Program tersebut memberi kesempatan kepada santri untuk mengamalkan ilmu di tengah masyarakat.
Menurutnya, pesantren memiliki koneksi dengan berbagai lembaga yang dijadikan tempat guru tugas.
Selain di Kabupaten Sampang, guru tugas ditempatkan di Surabaya, Jember, hingga Kalimantan. Mereka bertugas menjadi guru tugas selama dua tahun.
”Sekarang mulai persiapan untuk mengirim guru tugas ke sejumlah lembaga pendidikan yang sudah ditentukan. Para calon guru tugas itu juga harus mengikuti pembekalan,” tuturnya.
Menurutnya, pembekalan calon guru tugas dilaksanakan selama Ramadan. Ada beberapa materi yang dijadikan bahan pembekalan.
Seperti, pendalaman baca kitab kuning, pendalaman ilmu fikih, ilmu sosial, dan yang lainnya.
Selama Ramadan, kegiatan santri diliburkan kecuali bagi calon guru tugas karena harus mengikuti pembekalan.
Di antaranya kajian kitab untuk kelas X dan kelas XI MA. Ada pula kegiatan kursus membaca kitab kuning yang dilaksanakan selama bulan puasa.
”Ada juga pembekalan tata cara memimpin tahlil hingga menjadi imam salat Jumat. Itu menjadi materi pembekalan kepada para santri yang akan menjadi guru tugas,” pungkasnya. (jun/bil)
Editor : Achmad Andrian F