SAMPANG, RadarMadura.id – Hingga sekarang ada tiga pengasuh yang memimpin Pondok Pesantren Miftahul Ulum Karang Durin, Sampang.
Setelah KH Mohammad Sholeh Badruddin sebagai pengasuh pertama wafat, kepemimpinan pesantren dilanjutkan oleh putranya, KH Ahmad Zaini Sholeh.
Saat ini pesantren diasuh oleh cucu KH Ahmad Zaini Sholeh, yakni KH Ahmad Fauzan Zaini, M.H
Pondok Pesantren Miftahul Ulum Karang Durin menuntun agar para santri dapat mengamalkan ilmunya di tengah masyarakat.
Pesantren mewajibkan santri untuk mengabdi kepada masyarakat sebagai guru tugas untuk membantu lembaga pendidikan di berbagai wilayah.
Pengasuh Ponpes Miftahul Ulum Karang Durin KH Ahmad Fauzan Zaini, M.H menyampaikan, setiap tahun sekitar 200 santri disebar ke berbagai daerah menjadi guru tugas.
Mereka adalah santri yang sudah tamat dari pendidikan madrasah aliyah. Harapannya, agar mengamalkan ilmunya di tengah masyarakat.
Pesantren juga mengatur agar para calon guru tugas itu mengikuti kegiatan pembekalan. Salah satu kegiatan pembekalannya adalah mengikuti pengajian kitab kuning selama Ramadan.
Mereka dikuatkan dalam berbagai materi keilmuan. Salah satunya berkaitan dengan ajaran ahlusunnah waljamaah (aswaja), kemampuan membaca kitab kuning, bersosialisasi dengan masyarakat, dan lainnya.
”Setiap calon guru tugas harus mengikuti kegiatan pembekalan. Harus kembali ke pondok selama bulan puasa untuk mengikuti kajian kitab dari awal sampai pertengahan bulan puasa,” jelasnya.
Dia menerangkan, lembaga juga banyak memiliki cabang madrasah ranting yang telah dirintis sejak pengasuh pertama.
Sedikitnya, ada 43 madrasah ranting yang menerapkan kurikulum dari Pesantren Karang Durin.
Puluhan ranting madrasah itu tersebar di berbagai kecamatan seperti Kecamatan Sokobanah, Karang Penang, dan Robatal.
Kiai karismatik itu berharap para santri dan alumni senantiasa menjaga nama baik almamater. Serta mendukung semua program dari pesantren dengan tujuan kemaslahatan umat.
”Jadilah orang baik di mana pun berada dan apa pun profesi yang saat ini dijalani,” pesannya. (jun/bil)
Editor : Achmad Andrian F