Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Meski Diterjang Hujan dan Petir, Relawan RSTKA Tetap Layani Warga Pulau Mandangin Hingga Malam Hari

Hendriyanto • Senin, 24 Februari 2025 | 09:37 WIB

LISTRIK PADAM: Pelayanan kesehatan gratis kepada masyarakat Desa Pulau Mandangin, Sampang terus dilakukan hingga malam hari pada Kamis (20/2/2025)
LISTRIK PADAM: Pelayanan kesehatan gratis kepada masyarakat Desa Pulau Mandangin, Sampang terus dilakukan hingga malam hari pada Kamis (20/2/2025)

SAMPANG, RadarMadura.id - Badai petir, hujan angin, dan mati lampu tak menghalangi semangat relawan Rumah Sakit Terapung Ksatria Airlangga (RSTKA) untuk mengabdi. Hari keempat pelayanan kesehatan spesialistik di Pulau Mandangin, Sampang, Kamis (20/2/2025), menjadi ujian besar bagi para tenaga medis.

Pelayanan berlangsung selepas magrib, di tengah cuaca ekstrem yang menguji ketulusan tim dalam melayani masyarakat kepulauan. Namun, satu hal yang membuat mereka tetap bertahan: cinta dan kepedulian terhadap kesehatan pasien.

Direktur RSTKA, dr. Agus Harianto, Sp.B, pernah berpesan kepada para relawan agar tidak mengeluh dalam kondisi sulit. "Ingat, masyarakat kepulauan merasakan kesulitan ini seumur hidup mereka, sementara kalian hanya beberapa hari atau minggu," katanya.

Nasihat itu menjadi pengingat kuat bagi tim untuk tetap fokus pada misi utama mereka, yaitu mewujudkan masyarakat yang sehat dan sejahtera. Tidak ada tempat bagi keluhan, hanya ada semangat untuk melayani dengan sepenuh hati.

Baca Juga: Berdayakan Masyarakat, HCML Resmikan Gedung Serbaguna Harmoni Mandangin

Melayani di tengah keterbatasan menjadi pengalaman berharga bagi para relawan. Antusiasme pasien yang datang berbondong-bondong membuat tim semakin bersemangat memberikan pelayanan terbaik.

Sejak pukul 08.00 hingga 20.00 WIB, relawan RSTKA membuka layanan kesehatan bagi masyarakat Pulau Mandangin, Sampang. Bagi warga, kesempatan ini seperti menemukan poli spesialistik yang sangat langka.

dr. Jeanne, salah satu relawan dokter umum, mengaku awalnya merasa takut menghadapi badai dan lautan. Namun, keinginannya untuk mengabdi mengalahkan ketakutannya.

“Saya takut petir dan laut, tapi hati saya memanggil untuk bergabung dengan RSTKA. Begitu mendengar petir dan hujan kencang, saya justru sadar betapa berat kehidupan masyarakat Mandangin setiap harinya,” ungkapnya.

MEMBELUDAK: Masyarakat antusias saat mengikuti pengobatan di gedung Serbaguna di Pulau Mandangin.
MEMBELUDAK: Masyarakat antusias saat mengikuti pengobatan di gedung Serbaguna di Pulau Mandangin.

Saat berjuang mengalahkan rasa takut demi mereka yang membutuhkan, para relawan melihat bahwa ketulusan dan keikhlasan adalah kunci utama pengabdian. Cuaca buruk dan kondisi sulit bukanlah alasan untuk menyerah.

Momen ini menjadi kenangan yang akan terus diingat sepanjang hidup. Para relawan merasa bangga bisa bekerja bersama tim yang memiliki semangat luar biasa untuk menolong masyarakat kepulauan.

"Ini bukan hanya tentang bekerja sebagai tenaga kesehatan, tapi juga tentang keberanian, cinta, dan kepedulian yang tulus," ujar Erfandi Pratama seorang relawan.

Dengan hati yang penuh keikhlasan, tim RSTKA terus melanjutkan misinya. Mereka yakin, Tuhan selalu menyaksikan setiap niat baik, dan pengabdian ini akan membawa berkah bagi semua. (dry)

Editor : Hendriyanto
#Mandangin #RSTKA #sampang #airlangga #pengobatan gratis