SAMPANG, RadarMadura.id – Musyawarah rencana pembangunan (Musrembang) Kecamatan Omben dilaksanakan Senin (3/2). Musyawarah untuk menyusun rencana kerja pemerintah daerah (RKPD) 2026 itu dibuka langsung Pj Bupati Sampang Rudi Arifiyanto.
Acara yang melibatkan berbagai elemen masyarakat itu dilangsungkan di pendopo Kecamatan Omben. Hadir pula dalam kegiatan itu jajaran Forkopimca Kecamatan Omben. Serta, anggota DPRD Sampang dan beberapa pimpinan organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemkab Sampang.
Camat Omben Didik Adi Pribadi menyampaikan, ada tujuh prioritas yang dicanangkan untuk diusulkan menjadi program prioritas untuk wilayah Kecamatan Omben. Ketujuh rancangan usulan itu mencakup berbagai sektor layanan. Seperti sektor kesehatan hingga pemerataan infrastruktur.
Pria yang akrab disapa Didik itu menambahkan, usulan program prioritas itu seperti revitalisasi puskesmas, penambahan fasilitas penerangan jalan umum (PJU), penyediaan petugas dan armada pemadam kebakaran, dan pembangunan tempat pengelolaan sampah terpadu.
Baca Juga: Tak Ada Anggaran Pemeliharaan PJU, Dishub Sampang Bayar Honor Sembilan Teknisi Ratusan Juta
Kemudian, prioritas berikutnya, lanjut dia mengusulkan pembangunan jalan rabat beton yang menghubungkan wilayah Kecamatan Omben dengan Kecamatan Kedungdung.
Selanjutnya, juga akan mengusulkan pemanfaatan lahan kosong untuk dibangun taman kota. Serta, terkahir ingin mengusulkan pembaharuan bangunan pagar kantor.
”Kami merasa membutuhkan petugas dan armada pemadam kebakaran agar penanganan lebih cepat saat terjadi bencana. Karena ketika ada kejadian itu butuh kecepatan untuk penanganan,” jelasnya.
Pj Bupati Sampang Rudi Arifiyanto menyampaikan, pemerintah berharap bahwa usulan program yang disusun tepat sasaran sesuai kebutuhan masyarakat. Demi terus mendorong percepatan pembangunan di Kabupaten Sampang.
Sekalipun, lanjut dia, banyak tantangan yang memang harus di hadapi bersama ke depan. Seperti peningkatan pembangunan sumber daya manusia.
Sehingga dapat mendorong peningkatan indeks pembangunan manusia yang belakangan ini terus meningkat. Sekalipun masih terbilang rendah jika dibanding dengan semua kabupaten kota di Jawa Timur.
”Kami ingin memastikan bahwa setiap program yang disusun tepat sasaran dan bermanfaat bagi masyarakat,” jelasnya. (jun/dry)
Editor : Hendriyanto