Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Dulu Jualan Keliling, Kini Warga Gunung Sekar Buka Lima Cabang Usaha Siomay di Kota Bahari

Hera Marylia Damayanti • Senin, 3 Februari 2025 | 04:08 WIB
PRODUKTIF: Pemilik Maksoba Alam Sari Rika Puspita Dewi mempersiapkan dagangan di Jalan Wijaya Kusuma, Kota Sampang, Kamis (23/1). (JUNAIDI PONDIYANTO/JPRM)
PRODUKTIF: Pemilik Maksoba Alam Sari Rika Puspita Dewi mempersiapkan dagangan di Jalan Wijaya Kusuma, Kota Sampang, Kamis (23/1). (JUNAIDI PONDIYANTO/JPRM)

SAMPANG, RadarMadura.id – Omzet penjualan siomay yang diperoleh Rika Puspita Dewi cukup menggiurkan.

Warga Kelurahan Gunung Sekar, Kecamatan Sampang, itu bisa meraup pundi-pundi rupiah hingga jutaan dalam sebulan.

Pemilik Maksoba Alam Sari itu menerangkan, kegiatan usaha yang dijalaninya sudah berlangsung lama.

Kegiatan usaha yang dikelola bersama sang suaminya dimulai sejak 2014. Berjualan siomay juga telah menjadi penghasilan utama bagi keluarga.

Rika mengungkapkan, usaha tersebut mulanya diawali dengan berjualan keliling. Dia mengitari permukiman warga di wilayah Kota Sampang.

Penjualan dengan cara ini juga menjadi salah satu cara untuk menggaet pelanggan.

Seiring berjalannya waktu, kegiatan usaha beralih dengan mendirikan stan. Sebagian keuntungan juga disisihkan untuk pengembangan usaha.

Sampai akhirnya, perempuan berhijab itu berhasil membuka beberapa cabang.

Saat ini, usaha yang dia rintis sudah berhasil memiliki lima cabang di Kota Bahari. Perinciannya, tiga cabang di wilayah Kecamatan Kota Sampang.

Kemudian, satu cabang di Kecamatan Torjun, dan satu cabang lagi di wilayah Kecamatan Kedungdung.

Omzet yang diperoleh dari kegiatan usahanya cukup menjanjikan. Dari satu cabang usaha, dia bisa mendapat penghasilan kotor rata-rata Rp 3 juta sampai Rp 4 juta.

Pencapaian ini tentu tidak dia peroleh secara instan, melainkan berkat konsisten dan terus berupaya berinovasi.

Salah satu bentuk inovasinya dengan menambah banyak varian menu siomay. Seperti siomay batagor, siomay udang, siomay cumi-cumi, dan lainnya.

Kegiatan usahanya juga telah dibantu 11 pekerja yang berada di bagian produksi dan penjualan.

”Kami juga promosikan melalui media sosial seperti WhatsApp, Facebook, Instagram, dan lainnya. Ini perlu dan sangat relevan dangan situasi dan kondisi saat ini,” terang Rika. (jun/luq)

Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News

Editor : Hera Marylia Damayanti
#varian #siomay #usaha #omzet #lima cabang