Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Potensi Pendapatan Parkir Berlangganan Rp 2,2 Miliar dari Data Kendaraan di Kabupaten Sampang

Berta SL Danafia • Senin, 27 Januari 2025 | 14:30 WIB
PARKIR BERLANGGANAN: Warga berada di sekitar kendaraan roda dua yang terparkir di halaman kantor DPRD Sampang, Rabu (8/1). (JUNAIDI PONDIYANTO/JPRM)
PARKIR BERLANGGANAN: Warga berada di sekitar kendaraan roda dua yang terparkir di halaman kantor DPRD Sampang, Rabu (8/1). (JUNAIDI PONDIYANTO/JPRM)

SAMPANG, RadarMadura.id – Potensi pendapatan daerah dari pengelolaan parkir berlangganan di Kabupaten Sampang cukup tinggi. Nilainya mencapai Rp 2,2 miliar.

Angka itu berdasarkan data kendaraan berpelat nomor Kabupaten Sampang dalam perhitungan satu kali melunasi parkir berlangganan.

Dana miliaran rupiah tersebut dapat diperoleh dari berbagai jenis kendaraan sesuai dengan besaran tarif yang telah ditentukan.

Mulai dari kendaraan roda empat yang tarifnya Rp 40 ribu. Jumlahnya 9.456 unit kendaraan.

Kemudian, untuk kendaraan roda dua dan roda tiga, pemerintah menetapkan tarif parkir Rp 30 ribu.

Jumlah kendaraan yang tercatat 61.603 unit. Dengan demikian, potensi pendapatan daerah dari jenis ini mencapai Rp 1.848.090.000.

Begitu juga dengan kendaraan roda enam atau lebih yang jumlahnya mencapai 1.385 unit.

Dengan tarif parkir Rp 50 ribu, pendapatan yang bisa didapat pemerintah bisa mencapai Rp 69.250.000. Jika dijumlah keseluruhan, total potensinya mencapai Rp 2.295.580.000.

Meski demikian, nilai potensi ini masih di bawah angka target pendataan retribusi parkir yang dipatok pemerintah.

Mengingat, tahun ini target retribusi parkir tepi jalan sebesar Rp 3,5 miliar. Penerapan parkir berlangganan hanya berlaku untuk layanan parkir tepi jalan.

Kepala Dishub Sampang Chalilurahman yang diwakili Kabid Hubungan Darat Hery Budiyanto menyampaikan, pemerintah memang telah menghitung potensi pendapatan yang dapat diserap dari penerapan parkir berlangganan.

Yakni, disesuaikan dengan jumlah kendaraan yang berpelat nomor Sampang.

Dia tidak menampik bahwa potensinya memang masih lebih rendah dari target. Meski begitu, masih ada peluang pendapatan daerah agar bisa lebih dari potensi.

Misalnya, dengan adanya kendaraan baru yang tercatat dan serapan parkir dari kendaraan dengan pelat nomor luar daerah.

”Potensi itu berbasis data kendaraan. Namun, pelaksanaan penyerapan retribusi parkir didapat dari kendaraan bukan pelat nomor Sampang,” katanya.

”Meski kendaraan dengan pelat nomor Sampang juga belum tentu ada di Sampang terus,” terangnya.

Dengan demikian, pihaknya optimistis target retribusi parkir tahun ini terserap maksimal.

Apalagi, dengan diterapkannya parkir berlangganan yang semakin mempersempit potensi kebocoran pendapatan.

”Kami telah merencanakan parkir berlangganan dimulai Februari setelah sosialisasi penerapannya selesai,” jelasnya. (jun/jup)

Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News

Editor : Berta SL Danafia
#sampang #potensi #pendapatan #kendaraan #parkir #berlangganan