Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Satu Dapur Enam Lapak Target Anak-Anak, Usaha Ayam Geprek Jadi Penghasilan Utama Warga Gunung Sekar, Sampang

Hera Marylia Damayanti • Minggu, 26 Januari 2025 | 23:40 WIB
LARIS: Owner Geprek Diva Siti Nadia Ulfa menyiapkan produk di lapaknya di Jalan Wijaya Kusuma, Kota Sampang, Rabu (15/1). (JUNAIDI PONDIYANTO/JPRM)
LARIS: Owner Geprek Diva Siti Nadia Ulfa menyiapkan produk di lapaknya di Jalan Wijaya Kusuma, Kota Sampang, Rabu (15/1). (JUNAIDI PONDIYANTO/JPRM)

SAMPANG, RadarMadura.id – Makanan berbahan dasar daging ayam masih laris di pasaran.

Kondisi itu sekaligus menjadi peluang usaha bagi mereka yang punya jiwa bisnis. Seperti Siti Nadia Ulfa yang kini sudah punya enam lapak.

Berjualan ayam geprek menjadi penghasilan utama bagi Siti Nadia Ulfa. Kegiatan usaha itu sudah dia lakoni selama tiga tahun terakhir.

Usaha dengan bahan dasar daging ayam itu beromzet jutaan rupiah dalam sebulan.

Warga Kelurahan Gunung Sekar, Kecamatan Sampang, itu mengungkapkan, ada enam lapak jualan ayam geprek yang dia kelola.

Enam cabang penjualan itu semua berlokasi di Kabupaten Sampang. Semua produk yang dijual diproduksi dari satu dapur miliknya.

Kegiatan usaha yang dijalani Ulfa dikemas menyasar segmen siswa dan anak-anak.

Karena itu, harga penjualan ramah kantong. Setiap porsi dia jual seharga Rp 5 ribu di setiap cabang yang dibuka.

Dia yakin produk yang dijual diterima pasar. Buktinya, kegiatan usaha yang dijalani berhasil bertahan hingga tiga tahun.

Omzet yang dia terima setiap bulan lumayan. Dari enam cabang yang ada, dia bisa kumpulkan omzet rata-rata Rp 5 juta sampai Rp 10 juta.

”Kualitas produk tentu menjadi perhatian kami juga. Semua produk yang kami jual diproduksi dari satu dapur,” jelasnya.

Owner Geprek Diva itu menambahkan, dari kegiatan usaha yang dijalani dia juga merekrut pekerja.

Sampai sekarang, ada enam pekerja yang disebar di tiap lapak. Pembayaran upah kepada pekerja dikemas dengan sistem gaji bulanan.

Ulfa menjelaskan, dalam merekrut pekerja dia juga tidak sembarangan.

Pemilihan dilakukan secara selektif karena ini berkaitan dengan keberlanjutan kegiatan usaha.

”Pekerja itu harus jujur dan punya loyalitas. Kalau tidak jujur kami keluarkan,” tegasnya. (jun/luq)

Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News

Editor : Hera Marylia Damayanti
#siswa #Ramah Kantong #Rp 5 RIbu #anak-anak #Lapak #Kelurahan Gunung Sekar #satu dapur #ayam geprek