SAMPANG, RadarMadura.id – Kerusakan empat ruangan kelas SDN Pangongseyan 1 Sampang mendapat perhatian Komisi IV DPRD Sampang.
Legislatif akan memanggil Dinas Pendidikan (Dispendik) Sampang untuk mencari solusi dari masalah tersebut.
Hal itu disampaikan Ketua Komisi IV DPRD Sampang Mahfud. Dia mengaku sudah mengetahui kerusakan ruang kelas di SDN Pangongseyan 1 Sampang.
Menurutnya, perbaikan harus diprioritaskan karena kerusakannya tergolong berat.
”Kami akan jadwalkan memanggil dinas terkait. Kalau melihat kondisi sekolah, sudah masuk kategori emergency. Akan kami upayakan sesuai aturan agar perbaikannya masuk skala prioritas,” tuturnya.
Siswa SDN Pangongseyan 1 tetap menjalankan kegiatan belajar mengajar (KBM).
Namun, mereka terpaksa harus belajar di tempat seadanya, seperti di aula, perpustakaan, dan tempat parkir.
”Kami belum tahu apakah SDN Pangongseyan 1 itu masuk pada rencana kerja anggaran (RKA) rehab 2025 atau tidak,” ujarnya.
Mahfud mengungkapkan, saat hearing dengan Dispendik Sampang, pihaknya sudah menekankan agar proaktif mengidentifikasi sekolah-sekolah yang rusak berat.
Tujuannya, agar sekolah tersebut mendapat perhatian khusus.
”Kalau sudah rusak parah, pasti sudah diketahui dinas. Sekolah mana saja yang mendapatkan bantuan rehab, kami tidak hafal,” ungkapnya.
Komisi IV menilai, sekolah yang mengalami rusak berat tidak hanya SDN Pangongseyan 1 Sampang.
Legislatif menekankan agar dinas teknis menggunakan skala prioritas untuk merehab sekolah yang rusak.
Mahfud menjelaskan, kerusakan sarana dan prasarana sekolah tidak bisa dibenahi satu per satu. Tapi, mesti satu gedung dilakukan rehab.
”Kami selalu mewanti-wanti kepada instansi terkait agar alokasi bantuan rehab benar-benar menyasar sekolah yang sangat membutuhkan,” terangnya.
Politikus PKS itu membeberkan hasil evaluasi program 2024.
Tahun lalu, banyak sekolah yang siswanya sedikit, tapi mendapat bantuan rehab. Selain itu, kondisi sekolahnya masih layak, tapi tetap dapat bantuan rehab.
”Kami tidak menginginkan hal tersebut kembali terulang pada 2025 dan seterusnya,” katanya.
Kepala Dispendik Sampang Muhammad Fadeli menyampaikan, pihaknya belum bisa memberikan keterangan secara detail terkait perbaikan kerusakan ruang kelas SDN Pangongseyan 1.
Pihaknya akan mengecek tingkat kerusakan di sekolah tersebut.
”Berkaitan dengan kerusakan sekolah biasanya langsung diunggah di dapodik oleh operator sekolah. Makanya, nanti kami cek dulu ke sekolah,” jawabnya singkat. (bai/bil)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Hera Marylia Damayanti