SAMPANG, RadarMadura.id – Inovasi Galeri Ekonomi Kreatif Siswa (Gemes) yang digagas Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Provinsi Jawa Timur Wilayah Kabupaten Sampang belum beroperasi.
Sampai sekarang belum ada aktivitas di galeri yang ada di Pasar Margalela tersebut.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdindik) Jawa Timur Wilayah Kabupaten Sampang Mas’udi Hadiwijaya menyampaikan, pihaknya mengelola satu kios di Pasar Margalela.
Itu hasil kerja sama dengan pemerintah daerah. Tujuannya, memfasilitasi karya ekonomi kreatif siswa melalui program Gemes.
Kios itu menjadi sarana memasarkan produk dari kegiatan ekonomi kreatif siswa.
Baik siswa dari lembaga pendidikan negeri maupun swasta, seperti sekolah luar biasa (SLB), SMK, dan SMA.
Sehingga, siswa dapat belajar langsung memasarkan produknya di pasar.
Namun, kata dia, sampai sekarang pihaknya belum mengoperasikan kios itu.
Alasannya, masih menyiapkan petugas penjaganya. Sehingga, nantinya bisa dikelola dengan baik untuk membantu memasarkan produk siswa.
”Produk hasil kegiatan ekonomi kreatif siswa bisa dipajang di sana. Meski tidak semua produk dipasarkan,” ujarnya.
Menurut Mas’udi, program Gemes merupakan inovasi yang dirintis sejak tahun lalu.
Ke depan, dia juga meminta agar setiap sekolah menyiapkan inovasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan sekolah. Minimal satu inovasi dari setiap sekolah.
Dirinya yakin, dengan cara ini dapat menumbuhkan semangat kepala sekolah untuk bekerja lebih maksimal.
”Sudah kami sosialisasikan, awal semester dua kami minta agar melaporkan inovasi yang digagas. Kami akan melihat sekolah mana yang serius atau hanya asal mengumpulkan,” terangnya. (jun/bil)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Hera Marylia Damayanti