Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Langganan Rob, SMKN 3 Sampang Berharap Dapat Bantuan Tanggul Laut

Hera Marylia Damayanti • Kamis, 26 Desember 2024 | 17:19 WIB
BERSERAKAN: Warga sedang memilah sampang di sekitar SMKN 3 Sampang akibat rob, Minggu (15/12). (SMKN 3 UNTUK JPRM)
BERSERAKAN: Warga sedang memilah sampang di sekitar SMKN 3 Sampang akibat rob, Minggu (15/12). (SMKN 3 UNTUK JPRM)

SAMPANG, RadarMadura.id – Setiap tahun, rob selalu menggenangi SMKN 3 Sampang yang terletak di Pulau Mandangin.

Karena itu, Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Provinsi Jawa Timur (Jatim) Wilayah Sampang akan melakukan kajian untuk mencarikan solusi.

Kepala Cabdindik Provinsi Jatim Wilayah Sampang Mas’udi Hadiwijaya mengatakan, pihaknya sudah mengetahui bencana rob yang melanda SMKN 3 Sampang di Pulau Mandangin.

”Letak sekolahnya memang berada di pinggir pantai,” katanya.

Dia juga mengaku sudah menerima laporan dari pihak sekolah. Karena itu, pihaknya akan melakukan pengkajian dan pembahasan di lingkungan internal institusinya.

”Kami tetap memberikan atensi bagi sekolah yang rawan atau rentan terjadi bencana itu,” katanya.

Dijelaskan, institusinya akan memberikan perhatian ekstra bagi sekolah yang rentan terdampak bencana.

Sebab, salah satu prioritas Cabdindik Jatim Wilayah Sampang adalah memfasilitasi kebutuhan lembaga pendidikan.

”Masih akan kami bahas untuk mencarikan solusinya,” ujarnya.

Dijelaskan, pada musim hujan, air laut kerap mengalami pasang. Akibatnya, air laut menggenangi gedung sekolah yang letaknya tidak jauh dari bibir pantai.

”Laporan yang kami terima, tidak ada kerusakan pada bangunan sekolah. Hanya menyisakan sampah di ruang kelas,” katanya.

Dia menilai ada dua kemungkinan yang bisa dilakukan untuk menangani rob. Yakni, membangun pagar atau membangun tanggul.

”Tapi, kalau hanya pagar tidak akan bertahan lama. Yang paling tepat membuat tanggul penahan ombak,” bebernya.

Dalam penanganan bencana, sebenarnya tidak hanya institusinya yang mesti sigap merespons. Tapi, juga bisa melibatkan pemerintah desa (pemdes).

”Tapi, kami akan tetap berusaha bagaimana menyelamatkan sekolah dari bencana,” terangnya.

Kepala SMKN 3 Sampang Ahmad Kusfandi mengatakan, setiap tahun sekolah yang dipimpinnya memang menjadi langganan rob. Biasanya, rob terjadi pada pertengahan bulan di akhir tahun.

”Misalnya pada 14-15 Desember. Akibatnya, pagar sekolah yang terletak di dekat pantai roboh. Setiap tahun kami harus memperbaiki pagar,” terangnya.

Menurutnya, pihaknya sudah melaporkan kejadian tersebut kepada Cabdindik Sampang dan pemkab.

”Kami berharap pemerintah segera membangun tanggul laut pemecah ombak,” tandasnya. (bai/yan)

Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News

Editor : Hera Marylia Damayanti
#SMKN 3 Sampang #langganan #rob #tanggul laut