SAMPANG, RadarMadura.id – Karang Penang, Sampang, terkenal sebagai sentra pembuatan genting, selain Desa Mandala dan Andulang, Gapura, Sumenep.
Salah seorang yang mempertahankan kerajinan ini adalah Zahid.
Usaha genting yang dijalani Zahid bukan rintisan baru.
Warga Desa Tlambah, Kecamatan Karang Penang, itu meneruskan usaha orang tuanya secara turun-temurun.
Saat ini merupakan tahun kelima bagi dia sejak mengelola penjualan material bangunan itu.
Pemilik Gudang Genting itu menyampaikan, proses produksi genting bergantung pada cuaca.
Cuaca yang bagus untuk proses produksi saat musim kemarau. Mengingat, cuaca panas akan membantu proses pengeringan produk genting.
Proses produksi dimulai dengan mencetak genting dari tanah liat.
Kemudian, dilakukan pembakaran agar memperkuat kualitas genting. Dalam sekali pembakaran bisa memproduksi 25 ribu genting.
Saat musim kemarau, dirinya bisa melakukan proses pembakaran sebanyak tiga sampai empat kali dalam sebulan.
Berbeda saat musim hujan, dirinya hanya bisa sekali dalam sebulan atau dua bulan melakukan pembakaran.
Jenis genting yang diproduksi juga bervariasi. Seperti jenis genting mantili, genting pentol, genting botol, dan lainnya.
Harga jualnya juga berbeda-beda, bergantung model dan ukuran genting yang dipilih pembeli.
”Kalau paling murah itu Rp 900 untuk satu buah genting. Sementara untuk yang paling mahal seharga Rp 4.400 per genting,” jelasnya.
Menurutnya, pemasaran produk yang dilakukan juga mengalami perkembangan karena memanfaatkan media sosial.
Seperti Facebook, TikTok, WhatsApp, dan lainnya. Namun, yang datang untuk membeli langsung juga masih banyak.
Zahid melayani pembelian secara online. Namun, syarat yang harus diikuti pembeli bersedia mengirim foto KTP.
Sebab, dia khawatir menjadi korban penipuan. Sebab, dia melayani pembayaran setelah barang sampai di tangan pembeli.
Penghasilan yang diperoleh dari kegiatan usahanya juga bervariatif.
Dalam sebulan bisa mendapat keuntungan bersih Rp 7 juta sampai Rp 8 juta.
”Kalau lagi sepi, dalam sebulan hanya untung Rp 3 juta sampai Rp 4 juta,” terangnya. (jun/luq)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Hera Marylia Damayanti