SAMPANG, RadarMadura.id – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Sampang mendorong peningkatan perokonomian petani di daerah utara Kota Bahari.
Di antaranya, memperbaiki ruas Jalan Ketapang Timur–Pancor yang menjadi kawasan pertanian jambu mete.
Paket kegiatan yang dikerjakan CV Karya Mandiri ini tuntas jauh sebelum kontrak habis.
Masa pekerjaan paket kegiatan yang bersumber dari DAU earmark ini selama 90 hari kalender.
Surat perintah kerja (SPK) mulai 13 September berakhir 11 Desember 2024.
Pelaksana bisa menyelesaikan pekerjaan dalam waktu 44 hari, tepatnya 28 Oktober 2024.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Sampang Mohammad Zis mengatakan, perbaikan Jalan Ketapang Timur–Pancor lebih cepat dioperasionalkan untuk masyarakat setempat.
Sebab, pelaksana menyelesaikan pekerjaan sebelum kontrak.
Zis mengutarakan, jalan ini menjadi penghubung Desa Ketapang Timur dengan Desa Pancor, Kecamatan Ketapang.
Masyarakat memanfaatkan ruas jalan tersebut untuk aktivitas pertanian.
Sebab, tergolong kawasan pertanian jambu mete yang terkenal di daerah pantura Pulau Madura.
”Kini masyarakat merasakan manfaat pembangunan jalan ini dengan semakin lancarnya transportasi dan distribusi produk pertanian jambu mete,” ujarnya.
Dia mengungkapkan, ruas jalan sebelum diperbaiki berupa lapis penetrasi (lapen).
Kondisinya rusak berat, yang tersisa hanya batuan lapis fondasi jalan dan tanah dasar.
Kondisi tersebut sangat mengganggu kenyamanan pengendara dan memperlambat waktu tempuh.
Karena itu, DPUPR Sampang memperbaiki jalan tersebut menggunakan rigid pavement dengan panjang 515 meter, lebar 5 meter, dan ketebalan 20 sentimeter.
Anggaran yang dialokasikan senilai Rp 1.933.900.000.
”Kami menambah lebar jalan yang awalnya 3,5 meter menjadi 5 meter. Jadi, kendaraan bisa berpapasan. Sebelumnya salah satu kendaraan harus turun ke bahu jalan ketika berpapasan karena lebar badan jalan sempit,” tukasnya. (bil)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Hera Marylia Damayanti