KOTA, RadarMadura.id – Tamsul tidak lagi berada di jajaran direksi PT Geliat Sampang Mandiri (PT GSM). Pasalnya, masa kontrak pria yang menjabat sebagai direktur operasional tersebut sudah habis. Karena itu, saat ini posisi direktur utama maupun direktur operasional mengalami kekosongan.
Kontrak kerja Tamsul sebagai direktur operasional PT GSM sudah habis sejak Jumat (15/11). Posisi Tamsul cukup strategis dalam keberlangsungan perusahaan pelat merah tersebut. Sebab, selain menjabat direktur operasional, dia juga menduduki Plt direktur utama.
Kepada JPRM, Tamsul mengakui jika dirinya tidak punya jabatan di PT GSM. Sebab, kontrak kerjanya dengan perusahaan sudah berakhir lima hari yang lalu. Dia menyebut, kontrak kerja tercatat selama lima tahun.
”Sekarang saya sudah tidak lagi menjabat sebagai direktur PT GSM karena kontrak kerja sudah selesai,” jawabnya singkat.
Kabag Perekonomian Setkab Sampang Juwaini menyampaikan, jabatan direksi PT GSM memang mengalami kekosongan.
Sesuai ketentuan, komisaris bertanggung jawab untuk menangani kegiatan di perusahaan sambil lalu menunggu petunjuk dari pemilik saham mayoritas atau bupati Sampang.
Dia mengaku, sudah melaporkan kondisi PT GSM kepada bupati. Namun, sampai sekarang disposisi untuk penunjukan pelaksana tugas (plt) belum turun.
Juwaini menerangkan, pengisian pejabat definitif untuk jabatan direksi PT GSM harus melalui proses seleksi.
Sebagai pembina BUMD, pihaknya memastikan kegiatan perusahaan tetap berjalan meski direksi kosong.
”Sementara ini kosong karena masa kontrak kerja pejabat yang sebelumnya sudah selesai. Kami masih menunggu petunjuk dari bupati selaku pemilik saham mayoritas,” tukasnya. (jun/bil)
Editor : Achmad Andrian F