Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Pemilik Dr Florist Asal Desa Masaran, Banyuates, Rintis Usaha Buket Bareng Tunangan

Hera Marylia Damayanti • Minggu, 13 Oktober 2024 | 13:00 WIB
PRODUKTIF: Pemilik Dr Florist Ahmad Dahlan (kemeja cokelat) bersama tunangannya, Juhairiyah, menjaga stan di kampus Poltera, Sabtu (21/9). (JUNAIDI PONDIYANTO/JPRM)
PRODUKTIF: Pemilik Dr Florist Ahmad Dahlan (kemeja cokelat) bersama tunangannya, Juhairiyah, menjaga stan di kampus Poltera, Sabtu (21/9). (JUNAIDI PONDIYANTO/JPRM)

SAMPANG, RadarMadura.id – Berjualan buket menjadi salah satu pilihan kalangan anak muda dalam waktu belakangan ini.

Tidak sedikit kaum milenial memanfaatkan kreativitasnya untuk belajar menjadi pengusaha.

Hal ini seperti yang dilakukan Ahmad Dahlan, warga Desa Masaran, Kecamatan Banyuates, Sampang.

Pemilik Dr Florist itu mengaku, kegiatan usahanya sudah berlangsung hampir setahun.

Dia merintisnya bersama sang tunangan sejak Agustus 2023.

Semua itu dijalani setelah lulus dari bangku kuliah jurusan Ekonomi di STAI Ma’arif Sampang.

Dahlan mengaku lebih tertarik terjun ke dunia bisnis dibanding bekerja kantoran.

Sebab, perputaran uang itu 99 persen ada pada kegiatan usaha.

Sementara hanya satu persen yang berputar di kalangan pekerja atau karyawan.

Dia menyadari, mengawali bisnis ini tidak semudah membalikkan telapak tangan.

Buktinya, dia harus berani menggadaikan emas untuk dijadikan modal.

Modal awal itu diperuntukkan untuk kulakan bahan dan sewa tempat sebagai toko.

”Modal awal kami sebesar Rp 6 juta untuk sewa tempat dan bahan. Toko kami tidak jauh dari kampus Poltera,” jelas tunangan Juhairiyah itu.

Sesuai dengan rencana awal, semua kegiatan usaha dikerjakan bersama tunangan.

Dia juga kerap turun langsung saat ada event untuk membuka stan. Seperti yang dia lakukan saat ada acara wisuda Poltera.

Banyak jenis produk yang dia layani selain menjual buket.

Seperti hias mahar pernikahan, hias seserahan, karangan bunga, dan lainnya. Harga yang dipatok sesuai keinginan pemesan.

Apabila ada event, dalam sehari dia bisa mengumpulkan keuntungan kotor hingga Rp 500 ribu.

Kalau hari-hari biasa, dalam sebulan bisa untung antara Rp 1 juta sampai Rp 1,5 juta.

”Kalau buket ada yang paling murah seharga Rp 25 ribu hingga paling mahal Rp 150 ribu,” pungkasnya. (jun/luq)

Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News

Editor : Hera Marylia Damayanti
#seserahan #mahar #karangan bunga #buket #pengusaha #bisnis #milenial #Kecamatan Banyuates #Desa Masaran #usaha #Dr Florist