KOTA, RadarMadura.id – Tidak semua guru madrasah di naungan Kementerian Agama (Kemenag) Sampang tersertifikasi. Buktinya, masih ada ribuan guru madrasah yang belum bersertifikat.
Kasi Pendma Kemenag Sampang Wahyu Hidayat mengakui hal tersebut. Guru yang sudah tersertifikasi dan berstatus pegawai negeri sipil (PNS) sebanyak 432 orang.
Sedang guru yang tersertifikasi dan berstatus non-PNS 1.210 orang. ”Jumlah total guru yang tersertifikasi sebanyak 1.642,” katanya.
Menurutnya, jumlah guru madrasah di Kabupaten Sampang sebanyak 7.500 orang. ”Dengan demikian, jumlah guru yang belum bersertifikat kurang lebih sebanyak 5.800 orang,” tuturnya.
Wahyu memaparkan, banyaknya guru madrasah yang belum tersertifikasi lantaran mereka baru mengajar. Sehingga, belum memenuhi syarat untuk mengikuti uji kompetensi sertifikasi guru madrasah.
”Mereka juga belum bisa mengikuti diklat pengembangan profesi guru (PPG),” paparnya.
Ditambahkan, Kemenag melalui kelompok kerja (pokja), baik di tingkat kabupaten dan kecamatan terus berupaya untuk meningkatkan kompetensi guru.
Termasuk mengoptimalkan peran kepala madrasah dan pengawas dalam pengembangan komptensi guru.
”Kami terus minta agar para guru meningkatkan kualifikasi akademiknya. Yang belum S-1, diarahkan segera kuliah. Kalau sudah S-1 bisa mengikuti uji kompetensi dan PPG. Kalau belum S-1 tidak bisa mengikuti itu,” terangnya.
Anggota DPRD Sampang Muhammad Salim prihatin karena masih banyak guru madrasah yang belum bersertifikasi.
Seharusnya pemerintah memberikan perhatian kepada guru madrasah. ”Khususnya, kesejahteraan para guru,” ujarnya.
Sekum PGMNI Jatim itu menegaskan, seharusnya pemerintah pusat peka dan membuat regulasi tentang kesejahteraan guru madrasah.
Sehingga, regulasi tersebut nantinya menjadi rujukan bagi pemkab/pemkot sebelum membuat aturan turunan.
”Guru madrasah juga memiliki peran penting dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM) di Indonesia. Khususnya di pelosok desa.
Pemerintah pusat maupun pemkab/pemkot harus memperhatikan kesejahteraan guru madrasah,” tandasnya. (bai/yan)
Editor : Achmad Andrian F