SAMPANG, RadarMadura.id – Kapal cepat yang akan melayani rute penyeberangan Pelabuhan Tanglok-Mandangin, Sampang, belum beroperasi.
Namun, mulai menuai respons dari unsur tenaga pendidik dan tenaga kesehatan yang berdinas di Pulau Mandangin, Sampang. Di antaranya, berkaitan tiket kapal cepat.
Tenaga pendidik SDN Mandangin 8 Syukron Sahir menyampaikan, dirinya tertarik dengan keberadaan kapal cepat pasca disosialisasikan pemerintah Sampang.
Dia setuju apabila fasilitas kapal itu diprioritaskan untuk pegawai pemerintah yang berdinas di kepulauan. Tujuannya, waktu tempuh perjalanan penyeberangan bisa lebih cepat.
Namun, dirinya merasa harus merogoh kocek lebih dalam setelah mengetahui besaran tarif yang akan diberlakukan.
Menurut dia, tarif Rp 40 ribu dinilai mahal jika dibandingkan dengan kapal motor biasa. Syukron mengungkapkan, tarif kapal motor biasa hanya Rp 10 ribu.
Dirinya berharap kondisi ini menjadi perhatian pemerintah. Dia mengusulkan, pemerintah menyediakan subsidi tiket kapal cepat.
”Selama ini kami belum mencoba menggunakan kepal cepat. Teman-teman guru sebenarnya setuju asal tarifnya tidak terlalu mahal,” ungkapnya.
Sekkab Sampang Yuliadi Setiyawan menyampaikan, penyediaan kapal cepat berawal dari keluhan masyarakat karena pegawai atau ASN yang bertugas di Pulau Mandangin sering terlambat.
Alasannya, alat transportasi laut itu sulit menyesuaikan dengan jam kerja.
”Setelah kapal cepat beroperasi, tidak ada lagi alasan keterlambatan bagi pegawai untuk melayani masyarakat,” tegasnya.
Pria yang akrab disapa Wawan itu menyadari, tarif yang harus dibayar lebih mahal daripada kapal motor biasa.
Disinggung terkait subsidi tiket, pihaknya belum menyiapkan. Akan tetapi, usulan tersebut akan dipikirkan oleh pemerintah.
”Sementara ini belum disubsidi ongkos. Namun, pemerintah tentu akan memikirkan hal tersebut dan bukan tidak mungkin apabila nanti dirasa memang layak disediakan,” jelasnya. (jun/bil)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Berta SL Danafia