SAMPANG, RadarMadura.id – Pengerap sapi asal Sampang mendatangi kantor Disporabudpar Sampang. Mereka menanyakan pelaksanaan karapan sapi tingkat kawedanan.
Mas’ud, salah seorang pengerap sapi mengatakan, pihaknya mendatangi kantor Disporabudpar Sampang untuk membahas permasalahan seleksi karapan sapi tingkat eks Kawedanan Sampang. Sebab, tahun ini karapan sapi tingkat kawedanan ditiadakan.
”Sapi yang akan mengikuti lomba karapan tingkat kabupaten adalah yang berhasil menjadi juara tingkat kawedanan,” katanya.
Dia kecewa lantaran karapan sapi tingkat kawedanan ditiadakan. Padahal, banyak pengerap sapi yang menginginkan digelar lomba karapan sapi tingkat kecamatan tersebut.
”Kami berharap tetap diselenggarakan karapan sapi tingkat kecamatan,” tuturnya.
Dijelaskan, di tahun ini pihak Pakarsakera selaku panitia pelaksana kegiatan karapan sapi di Sampang mendapatkan anggaran sebesar Rp 175 juta.
Anggaran tersebut diklaim hanya diperuntukkan untuk pelaksanaan karapan sapi tingkat kabupaten.
”Makanya kami mempertanyakan kenapa karapan sapi tingkat kecamatan ditiadakan,” sesalnya.
Plt Ketua Pakarsakera Sampang Arbain Faisol mengatakan, pelaksanaan karapan sapi di tingkat kecamatan tidak terlaksana karena anggarannya tidak ada.
Dia hanya mendapatkan anggaran dari dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) sebesar Rp 175 juta untuk event karapan sapi.
”Dari petunjuk teknis (juknis) yang ada, pelaksanaan karapan sapi harus diadakan dalam satu hari,” katanya.
”Terpaksa karapan sapi tingkat kecamatan ditiadakan dan menggelar karapan sapi tingkat kabupaten,” terangnya.
Kepala Disporabudpar Sampang Marnilem mengatakan, anggaran pelaksanaan karapan sapi di luar institusinya.
”Anggaran sebesar Rp 175 juta itu bersumber dari DBHCHT yang ada di OPD Satpol PP Sampang,” pungkasnya. (bai/yan)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Berta SL Danafia