Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Kajari Sampang Fadilah Helmi Tidak Gentar Tegakkan Hukum Selama Bukti Valid

Berta SL Danafia • Sabtu, 13 Juli 2024 | 13:56 WIB
TEGAS: Kajari Sampang Fadilah Helmi bertugas di ruang kerjanya, Kamis (11/7).
TEGAS: Kajari Sampang Fadilah Helmi bertugas di ruang kerjanya, Kamis (11/7).

SAMPANG, RadarMadura.id – Ucapan adalah doa dialami Fadilah Helmi. Keinginan orang tuanya terwujud menjadi kenyataan. Berkat keinginan itu, Fadilah kini menjadi kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Sampang.

Suasana Jalan Agung Suprapto, Sampang, pada Kamis (11/7) cerah. Para pengendara tengah sibuk lalu-lalang, baik dari arah barat menuju timur maupun sebaliknya. Begitu pula pengguna jalan arah pantai utara dari simpang tiga Barisan.

Sebelah selatan terdapat gedung megah berwarna putih. Gedung itu merupakan kantor Kejari Sampang. Kru JPRM berkunjung ke kantor Korps Adhyaksa itu.

Setelah sampai di ruang pelayanan terpadu satu pintu (PTSP), salah seorang petugas mempersilakan kami menuju lantai dua. Sebab, sang pimpinan sudah menunggu di ruang kerjanya.

Ruang kepala kejari (Kajari) menjadi tempat bertukar cerita tentang perjalanan karier Fadilah Helmi.

Sang tuan rumah menyambut ramah dengan mempersilakan duduk dan memulai perbincangan. Dia belum lama ini menjabat sebagai kepala di lembaga itu.

Fadilah pulang kampung. Sebab, dia lahir di Desa/Kecamatan Omben, Sampang.

Dia menceritakan, saat dia masih kecil, orang tuanya menginginkan semua buah hatinya menjadi orang besar di Sampang. Seperti komandan komando distrik militer (Dandim), Kajari, dan sebagainya.

”Alhamdulillah, tanpa kami sangka, sekarang tercapai keinginan orang tua saya ini,” terang ibu tiga anak itu.

Berkat doa kedua orang tuanya, semua anaknya saat ini sesuai dengan keinginan orang tua, terlebih sang ayah.

Meski orang tua sebelumnya notabene bukan pegawai, dari sebelas bersaudara, enam di antaranya sudah menjadi pegawai negeri.

”Ada yang menjadi TNI, jaksa dua orang, dokter dua orang, dan pegawai di Pemda Sampang,” terangnya.

Fadilah mulai bertugas sebagai jaksa di Kejari Lamongan pada 2003. Kemudian, pada 2004 pindah tugas ke Kejari Tanjung Perak, Surabaya, selama sembilan tahun.

Kemudian, dipindah lagi ke Kejari Gersik sebagai Kasi perdata dan tata usaha negara serta beberapa jabatan lain.

”Terakhir sejak 2022 bertugas sebagai Kajari di Barito Utara. Kemudian, tertanggal 27 Juni 2024 serah terima bertugas di Kejari Sampang,” terangnya.

INSPIRATIF: Kepala Kejaksaan Negeri Sampang Fadilah Helmi.
INSPIRATIF: Kepala Kejaksaan Negeri Sampang Fadilah Helmi.

Fadilah pulang kampung menggantikan posisi Budi Hartono. Sebelum menjadi jaksa, dia bertugas sebagai staf TU di Kejari Mojokerto dan staf wakil kepala Kejaksaan Tinggi Jatim.

Istri Cholik Hidayat itu menerangkan, bertugas di Sampang belum pernah terpikirkan olehnya. Sebab, sebelumnya belum pernah bertugas di Pulau Garam.

”Tapi, ini amanah bagi saya untuk bertugas menjadi Kajari di tanah kelahiran sendiri,” paparnya.

Menurut dia, bertugas di tanah kelahiran akan jauh lebih berat dibanding dengan bertugas di luar Sampang.

Namun, di sisi lain, menjadi Kajari di daerah sendiri merupakan kebanggaan lantaran menjadi impian orang tuanya sejak dulu.

”Saat masih kecil, saya didoakan mudah-mudahan menjadi Kajari,” terang putri pasangan H. Helmi Abdurahman dan Hj Tuffa Zahri itu.

Keinginan besar orang tuanya dilatarbelakangi agar buah hatinya menjadi orang yang bermanfaat untuk orang lain, khususnya di Kabupaten Sampang.

Sebab, akan menjadi kebanggaan jika orang Sampang juga bisa menjadi Kajari.

”Orang Madura sebelumnya dikenal dengan hal-hal negatif saja. Dengan menjadi orang hebat, salah satunya Kajari, nantinya akan mengubah spekulasi negatif tentang orang Madura, khususnya di Sampang,” terangnya.

Sebagai putra daerah, dia tidak akan tebang pilih dalam penegakan hukum. Jika memang ada laporan dengan bukti konkret dan valid, hukum akan tetap ditegakkan sesuai dengan aturan.

”Kami tidak akan pernah gentar menegakkannya selama ada bukti yang valid,” tegas perempuan berhijab itu.

Dia menambahkan, di mana pun ditugaskan, komitmennya akan selalu menegakkan hukum secara profesional.

Tujuannya, agar ada efek jera dan menciptakan kondusivitas Sampang yang aman dan damai.

”Kami akan terus berupaya mengedukasi, memberikan pemahaman tentang dana desa (DD) agar penggunaannya tepat sasaran dan Kota Sampang terbebas dari korupsi,” tutupnya di akhir perjumpaan. (bai/luq)

Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News

Editor : Berta SL Danafia
#sampang #kajari #Fadilah #kejari #helmi